Komunitas yang Bersaksi

Minggu Paskah 3-IV/44/Minggu,15 April 2018

(Kisah Para Rasul 3:12-19, Mazmur 4, 1 Yohanes 3:1-7, Lukas 24:36-48)

Bersaksi trus sampai Tuhan datang, Bersaksi trus sampai Tuhan datang, bersaksi, bersaksi, bersaksi haleluya. Bersaksi trus sampai Tuhan datang“. Ini adalah sebuah nyanyian yang sering dinyanyikan dalam persektuan maupun dalam ibadah Anak Sekolah Minggu. Melalui pujian tersebut hendak diungkapkan bahwa tugas bersaksi yaitu menyaksikan Kasih Kristus kepada dunia, adalah sebuah tugas yang harus terus menerus dilakukan. Supaya dunia yang telah kehilangan kasih akan mendapatkan kasih kembali.

Untuk menjadi saksi diperlukan syarat yaitu melihat, mengalami dan merasakan akan sebuah peristiwa. Sehingga kesaksiannya akan bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Murid – murid Tuhan Yesus sungguh-sungguh melihat dengan jelas bagaimana Tuhan Yesus ditangkap sampai Tuhan Yesus disalibkan, dikuburkan dan bangkit. Para murid juga merasakan akan kasih Kristus yang diberikan kepada mereka. Oleh karena ituTuhan Yesus memberi perintah kepada para murid “Kamu adalah saksi-saksi dari semua ini “. Murid – murid Tuhan Yesus mempunyai tugas yaitu melanjutkan pemberitaan tentang kasih Kristus kepada dunia. Sehingga kasih Kristus akan dapat dimengerti oleh dunia.

Sebagai murid – murid Kristus yang hidup pada hari ini, mempunyai tugas yang sama dengan murid- murid yang hidup pada masa lampau. Yaitu mempunyai tugas untuk bersaksi tentang Kasih Kristus. Supaya bisa menjadi saksi Kristus, maka setiap murid-murid Kristus harus mengalami Kasih Kristus di dalam hidupnya.

Salah satu cara mengalami Kasih Kristus adalah bisa merasakan dan bisa menerima setiap hal di dalam kehidupan ini dengan senantiasa menyadari bahwa diri kita adalah orang berdosa yang sudah diampuni. Sehingga dengan demikian kita akan selalu bisa mengucap syukur dan memuji Tuhan setiap waktu. Jika kita hidup didalam Kristus maka keinginan untuk berbuat dosa akan luntur, seperti yang diungkapan didalam  1 Yohanes 3:6  “Karena itu setiap orang yang tetap berada di dalam Dia, tidak berbuat dosa lagi; setiap orang yang tetap berbuat dosa, tidak melihat dan tidak mengenal Dia.”  Yang ada hanyalah keinginan untuk memberitakan tentang kasihNya kepada dunia.

-NEA-

Tinggalkan komentar