Berbuah Dalam Relasi dengan Allah dan Sesama

Minggu Paskah 5-IV/46/Minggu, 29 April 2018

Kisah Para Rasul 8:26-40, Mazmur 22 : 25-31, 1 Yohanes 4:7-21, Yohanes 15:1-8

Saling mengasihi adalah sebuah tindakan yang harus dilakukan oleh setiap orang yang percaya kepada Kristus. Hal ini ditegaskan didalam 1 Yohanes 4:7 “Saudara-saudaraku yang kukasihi, marilah kita saling mengasihi karena kasih berasal dari Allah, dan setiap orang yang mengasihi lahir dari Allah dan mengenal Allah”. Dengan mengasihi maka kita akan bisa selalu berhubungan dengan orang lain. Karena keberadaan diri kita tidak akan ada artinya jika tidak ada orang lain. Supaya kita bisa mengasihi sesama dengan tulus, maka harus senantiasa sadar bahwa orang lainpun setara dengan diri kita. Memiliki harapan, memiliki perasaan yang sama dengan diri kita. Dengan kesadaran ini maka akan terjalin komunikasi (communication) yang akan menjelma menjadi sebuah persekutuan (Communion). Jadi, komunitas atau persekutuan dibangun atas dasar hubungan timbal balik satu dengan yang lain. Jadi perhatian yang diberikan kepada orang lain, bukan di dorong karena orang lain telah memberi perhatian kepada diri kita, tetapi di dorong oleh sikap bahwa aku ingin memberi perhatian kepada sesamaku. Sehingga semua anggota komunitas itu akan saling mendahului dalam memberi perhatian.

Sabda Tuhan didalam Matius 18:20 :  “Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.” Artinya dalam persekutuan yang saling menerima dalam kesetaraan, maka Tuhan hadir dalam persekutuan tersebut. Oleh karena Allah berada didalam persekutuan tersebut,

maka persekutuan itu akan mampu melakukan pelayanan dengan penuh sukacita, tanpa takut kekurangan. Hal ini disebabkan karena Sang Sumber kehidupan ada bersama-sama dengan mereka.

Oleh karena persekutuan (communion) terbentuk karena adanya komunikasi (communication), maka mari kita mengembangkan komunikasi yang dilandasi dengan sikap saling menerima satu dengan yang lain dengan mengakui bahwa orang lain setara dengan diri kita

-NEA-

Tinggalkan komentar