Minggu Pentakosta – IV/49/Minggu, 20 Mei 2018

Kisah Para Rasul 2:1-21, Mazmur 104:24-34, Roma 8:22-27, Yohanes 15:26-27; 16:4b-15

Sebarkan wartaNya kepada manusia
yang hidup berkesah di dunia resah.
Maklumkan segera berita mulia:
Penghibur tibalah!

 

Adalah petikan pujian NKB 102, sebuah pujian yang mengingatkan kepada setiap orang Kristen untuk membawa kabar sukacita kepada dunia yang sedang resah. Sehingga dengan berita sukacita itu, dunia akan terhibur karena ada pengharapan dan ada sukacita didalam hati mereka. Bukankah perintah untuk membawa kabar sukacita adalah perintah Tuhan Yesus sendiri kepada para muridNya, bukan hanya kepada para murid yang hidup pada saat itu, tetapi juga perintah yang diberikan kepada kita yang hidup pada masa kini.

Sebenarnya kesaksian yang kita sampaikan itu bukan kekuatan kita, tetapi karena Roh Kudus yang hadir dalam hati kita memberi kekuatan kepada kita. Ketika Roh Kudus dicurahkan, maka para murid menjadi berani untuk bersaksi. Demikian juga Rasul Petrus dengan berani menyampaikan kesaksianNya dihadapan orang banyak. Rasul Petrus bisa berkhotbah dengan berani, juga bukan kekuatan Petrus sendiri, ada Roh Kudus didalam hatinya. Karena didalam Yohanes 15:26 disabdakan: “Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku”. Jadi jelaslah bahwa Roh Kudus sendirilah yang sebenarnya bersaksi tentang Tuhan Yesus. Sehingga ketika Roh Kudus hadir dalam hati murid-murid Tuhan Yesus, mereka juga berani bersaksi tentang Tuhan  Yesus, membawa kabar sukacita kepada dunia.

Jika Roh Kudus sudah dicurahkan kepada murid–murid Tuhan Yesus, dan kita juga mengakui bahwa Roh Kudus dicurahkan kepada kita pada saat ini. Apakah kita sebagai murid–murid Tuhan Yesus, bersedia untuk membawa kabar sukacita kepada dunia? Bersediakah kita untuk membawa kabar sukacita kepada dunia yang sedang dalam keadaan carut marut ini? atau justru kita terpuruk diam ketakutan dalam hati yang penuh kemarahan? Sambutlah Roh Kudus maka Dia sendiri yang akan memampukan kita untuk membawa kabar sukacita.

-NEA-