Minggu Trinitas – IV/50/Minggu, 27 Mei 2018

Yesaya 6:1-8; Mazmur 29; Roma 8:12-17; Yohanes 3:1-17

 

 Para Teolog Trinitas Yunani pada zaman mula-mula suka berbicara tentang apa yang mereka sebut dengan “perichoresis” yang merupakan istilah Yunani (peri : berputar–putar dan choresis : Tarian) yang artinya tarian cinta bersama antara tiga pribadi ilahi yang saling berkelindan (berpilin dan terjalin kuat satu dengan yang lain). Allah digambarkan sebagai tiga penari yang bergandengan tangan, menari berputar–putar dalam kebebasan, harmoni dan sukacita. Ketiganya saling mempengaruhi, ketiganya saling memberi diri kepada yang lain.

Bapa, Putra dan Roh Kudus sama sekali berbeda satu dengan yang lain dan tak satupun keberadaan mereka yang tercampur aduk antara satu dengan yang lain. Namun ketiganya mencerminkan suatu persekutuan yang tak terpisahkan. Masing–masing disebut pribadi oleh sebab ketiganya saling berelasi. Dengan demikian Allah tidak tinggal dalam kesendirian, tetapi dalam persekutuan. Hanya saja persekutuan ini tidak menghendaki keseragaman, persekutuan ini mengizinkan yang lain untuk sungguh-sungguh menjadi yang lain dan mengundang masuk yang lain di dalam

Tiga pribadi Ilahi ini begitu intim, saling melayani satu dengan yang lain, begitu peduli satu dengan yang lain dalam kekekalan cinta yang saling berpaut.

– NEA –