Minggu Biasa-V/1/Minggu, 17 Juni 2018

Yehezkiel 17:22-24; Mazmur 92:2-5 &13-16; 2 Korintus 5:6-17; Markus 4:26-34

Semua orang usianya akan semakin bertambah, tidak ada satu orangpun yang selamanya menjadi anak kecil atau selamanya menjadi muda terus. Pasti semua orang akan menjadi tua. Maka benarlah ungkapan “Menjadi tua itu sebuah kepastian, menjadi bijak itu sebuah pilihan”. Jika semua orang akan menjadi tua, maka yang menjadi pertanyaan kita adalah apakah semua orang akan menjadi bijak ? karena menjadi bijak ternyata bukan hal yang otomatis terjadi, itu adalah sebuah pilihan yang terus menerus dihidupi.

Untuk segala kerinduan akan hidup yang kekal, Rasul Paulus tidak memandang rendah kehidupan yang sedang dijalani pada saat ini. Rasul Paulus memandang bahwa kehidupan yang sedang dijalaninya dalam keadaan yang baik. Sehingga Rasul Paulus dalam menjalani kehidupan ini dengan tetap tabah. Ketabahan ini diperlukan sebab terkadang kehidupan yang dijalani tidak seperti yang dibayangkan atau diharapkan. Sehingga dengan ketabahannya, Rasul Paulus dapat menjalani kehidupan dengan penuh ucapan syukur. Bahkan kehidupan yang dijalaninya, menjadi Rasul Paulus menjadi semakin bijak dan pelayanannya menghasilkan buah.

Kita yang hidup pada saat ini, juga diharapkan bisa menjalani kehidupan ini dengan penuh ucapan syukur. Menyadari bahwa ketika masih hidup didalam dunia maka tubuh semakin lama akan semakin lemah.

Oleh karena itu ketika masih diberi kehidupan, marilah kita berusaha untuk hidup seperti kesaksian Rasul Paulus didalam 2 Korintus 5 : 9 Sebab itu juga kami berusaha, baik kami diam di dalam tubuh ini, maupun kami diam di luarnya, supaya kami berkenan kepada-Nya.

 

– NEA-