Minggu Biasa-V/3/Minggu, 1 Juli 2018

Ratapan 3:22-33; Mazmur 30; 2 Korintus 8:7-15; Markus 5:21-43

Bila topan k’ras melanda hidupmu,
bila putus asa dan letih lesu,
berkat Tuhan satu-satu hitunglah,
kau niscaya kagum oleh kasihNya.

 

Refrein:
Berkat Tuhan, mari hitunglah,
kau ‘kan kagum oleh kasihNya.
Berkat Tuhan, mari hitunglah,
kau niscaya kagum oleh kasihNya.

 

Syair diatas adalah Kidung Jemaat 439:1 dengan judul “Bila Topan Kras Melanda Hidupmu”. Dalam lagu tersebut bagian refrein “Berkat Tuhan, mari hitunglah..” ada tanda ‘rit…..a tempo’ artinya diperlambat lalu kembali ke tempo semula. Disinilah terdapat arti dari pujian ini. Ketika kalimat “mari hitunglah” diperlambat, diharapkan kita akan menghitung berkat yang sudah Tuhan berikan di dalam perjalanan kehidupan kita. Pujian ini juga mengajak kepada kita, supaya ketika topan k’ras melanda, bila putus asa melanda, kita diajak untuk tidak tenggelam dalam keputusasaan, tetapi diharapkan kita akan menghitung berkat Tuhan satu persatu.

Dengan menghitung berkat Tuhan, maka diharapkan kita akan tetap memiliki iman yang teguh. Contoh iman yang teguh kita dapati di dalam Markus 5, Sekalipun perempuan ini menderita pendarahan selama 12 tahun, tetapi imannya tidak semakin merosot.

Perempuan ini masih memelihara pengharapannya, tanpa terjebak didalam keluh kesah dan tanpa meratapi kehidupannya yang kurang beruntung. Perempuan ini masih memiliki pengharapan, sehingga dia memiliki keyakinan “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh“. Pengharapan perempuan ini sangat sederhana, yaitu menjamah jubah Yesus dan dia percaya bahwa dengan menjamah saja pasti akan menyembuhkan penyakitnya.

Tetapi ada juga yang hanya mentertawakan janji Tuhan. Ketika Tuhan Yesus mengatakan bahwa anak yang sakit itu sedang tertidur, orang-orang yang ada pada saat itu menertawakan perkataan Tuhan Yesus. Mereka hendak mengatakan bahwa tidak ada yang bisa dilakukan lagi. Tentu saja, orang yang menertawakan janji Tuhan, tidak akan memperoleh apapun. Mereka tidak bisa menyaksikan mukjizat Tuhan, bahwa anak perempuan yang mati ini dibangkitkan oleh Tuhan Yesus.

Sabda Tuhan Yesus kepada kita : “Jangan takut, percaya saja!”.

-NEA-