Minggu Biasa –V/5/Minggu, 15 Juli 2018

Amos 7:7-15; Mazmur 85:8-13; Efesus 1:3-14; Markus 6:14-29

Kebenaran adalah nilai – nilai kehidupan yang dapat diterima oleh semua orang.  Sehingga nilai kehidupan ini dapat berlaku disemua tempat.  Nilai – nilai Agama adalah kebenaran yang dapat diterima disemua tempat.  Bangsa Israel mempunyai nilai-nilai kehidupan yang sudah ditaati secara turun temurun. Salah satu hal yang harus ditaati adalah aturan yang terdapat didalam Imamat 18:16 “Janganlah kau singkapkan aurat isteri saudaramu laki-laki, karena itu hak saudaramu laki-laki.”. tetapi aturan ini dilanggar oleh seorang penguasa, yaitu Herodes. Karena Herodes telah mengambil Herodias sebagai istrinya. Padahal Herodias masih berstatus sebagai istri saudaranya.

Mengetahui hal ini, maka Yohanes Pembaptis tidak bisa tinggal diam. Herodes ditegur oleh Yohanes pembaptis. Yohanes pasti sudah tahu akibat dari menegur seorang penguasa, apalagi tegurannya termasuk teguran yang sangat keras. Akhirnya Yohanes pembaptis ditangkap dan dikurung di dalam penjara.

Teguran yang disampaikan Yohanes Pembaptis kepada Herodes, bukanlah teguran berdasar pendapat Yohanes, bukan ungkapan ketidakpuasan pribadi Yohanes. Tetapi teguran adalah teguran yang berdasar kepada kebenaran yang bersifat menyeluruh, kebenaran yang berdasar kepada aturan yang Tuhan berikan.

Dalam menyampaikan suara kebenaran maka diperlukan pengenalan akan kehendak Tuhan, yang terdapat didalam firman-Nya. Dengan mengenal kehendak Tuhan, maka kita akan memiliki keberanian untuk menyuarakan kebenaran.

-NEA-