Minggu Biasa-V/6/Minggu, 22 Juli 2018

Yeremia 23:1-6; Mazmur 23; Efesus 2:11-22; Markus 6:30-34, 53-56                

Solidaritas adalah rasa kebersamaan, rasa kesatuan kepentingan, rasa simpati, sebagai salah satu anggota sebuah kelompok. Manfaat dari solidaritas adalah saling membantu antara satu dengan yang lain dan rasa peduli antara satu dengan yang lain. Biasanya pertengkaran atau ketidakharmonisan terjadi karena kurangnya rasa solidaritas.

 

Ketika manusia jatuh dalam dosa, maka hubungan antara Allah dan manusia terputus. Tidak ada jalan lagi bagi manusia untuk datang dan menjalin hubungan dengan Allah. Karena manusia sudah cemar sedangkan Allah adalah Kudus. Ketika manusia jauh dari Allah maka manusia akan hidup didalam keresahan dan ketidakbahagiaan.

 

Allah mengambil inisiatif untuk memulihkan keadaan manusia. Maka Allah mengutus Anak-Nya, untuk datang kedalam dunia. Seharusnya manusia tidak layak untuk dilawat oleh Allah yang kudus. Tetapi demi kebahagiaan ciptaan-Nya yang dikasihi-Nya, maka Allah melawat manusia. Sehingga manusia yang dahulu “jauh” dari Allah, tidak bisa mengalami kasih Allah, sekarang manusia menjadi “dekat” dengan Allah. Bahkan Tuhan Yesus bersedia untuk menjamah orang–orang berdosa supaya mereka bisa mengalami pemulihan.

 

Allah telah melawat kita, oleh karena itu marilah kita menjadi anak-anakNya yang mau membuka diri bagi sesama dan menjadi sahabat bagi mereka. Supaya sesama kita juga mengalami damai sejahtera.

-NEA-