Minggu Biasa- V/8/Minggu, 5 Agustus 2018

Keluaran 16:2-4, 9-15; Mazmur 78:23-29; Efesus 4:1-16; Yohanes 6:24-35

Tuhan menjanjikan kepada Bangsa Israel akan tanah yang berlimpah dengan air susu dan madu. Artinya Bangsa Israel akan memiliki sebuah wilayah yang makmur. Tetapi untuk memperoleh tanah perjanjian tersebut, bangsa Israel tidak bisa tinggal diam saja, mereka harus berjalan melewati padang gurun yang tandus. Bangsa Israel tidak tahu untuk berapa lama mereka berada di padang gurun gersang tersebut. Sebab Tuhan tidak menjanjikan lama perjalanannya tetapi yang dijanjikan oleh Tuhan adalah penyertaanNya kepada bangsa Israel.

Meskipun baru beberapa waktu yang lalu mereka melihat mujizat lautan terbelah menjadi dua dan mereka bisa berjalan melalui daratan yang kering, tetapi ketika mereka menemui masalah yaitu makanan yang mulai berkurang, bangsa Israel mulai bersungut-sungut. Bahkan mereka membandingkan bahwa lebih enak hidup di Mesir. Karena meskipun sebagai budak mereka bisa makan daging dengan kenyang.

Orientasi bangsa Israel hanya pada masalah perut. Mereka lupa bahwa ada hal lain yang lebih penting yaitu menjaga sikap percaya akan penyertaan dan pimpinan Tuhan. Sehingga ketika percaya kepada pimpinan Tuhan, maka bangsa Israel akan memiliki hati yang tenang dan bisa merasa cukup akan kasih yang Tuhan berikan. Sehingga Tuhan Yesus mengingatkan kepada kita didalam Yohanes 6:35  “Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.”

-NEA-