Minggu Biasa-V/9/Minggu, 12 Agustus 2018

1 Raja-raja 19:4-8; Mazmur 34:1-8; Efesus 4:25-5:2; Yohanes 6:35, 41-51

Menghadapi berbagai peristiwa yang terjadi, terutama yang menyangkut kehidupan orang percaya. Bahkan terkadang membuat kekristenan mendapat banyak ketidakadilan, salah satu sikap yang ditunjukkan adalah berdiam diri dan menerima semuanya meskipun dengan tidak sepenuh hati dan bersembunyi dibalik kata “merendahkan diri dan rela menderita seperti Kristus”. Jika hal itu menjadi pemahaman tentu saja bukan hal yang baik. Karena ketidakadilan akan terus bertumbuh dan berkembang.

Pada saat ini kita diingatkan bahwa Tuhan Yesus adalah Roti Kehidupan, yang artinya bahwa Tuhan Yesus-lah Sang Pemberi kehidupan. Sehingga bisa dikatakan bahwa mati hidupnya seseorang sepenuhnya didalam kuasa Tuhan Yesus. Setiap orang yang datang kepada Tuhan Yesus akan mendapat kehidupan. Sebagai orang yang hidup tentu mempunyai karya untuk kemuliaan namanya. Sehingga diharapkan setiap orang percaya mempunyai keberanian untuk menyampaikan pembelaannya terhadap ketidakadilan dengan tetap memelihara sikap yang terdapat didalam  Efesus 4:32 “Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu”. Sehingga setiap orang percaya tidak akan tinggal diam saja dan terdiam dalam ketakutan, tetai tetap berani menyampaikan pendapatnya dengan hati yang ramah dan penuh kasih mesra.

Hal diatas bisa terwujud, jika setiap orang Kristen percaya sepenuhnya bahwa Kristus adalah sang sumber kehidupan.

       – NEA-