HUT GKI-V/11/Minggu, 26 Agustus 2018

Ulangan 10:12-22; Mazmur 15; Roma 2:12-29; Markus 12:28-34

 

Tanpa terasa penyatuan GKI sudah menapaki tahun ke-30. Meskipun ada pergumulan disana sini, tetapi derap langkah GKI dalam kebersamaan ini adalah untuk menghadirkan damai sejahtera di bumi Pertiwi. Memang harus diakui bahwa dalam menghadirkan damai sejahtera di bumi Pertiwi ini, memerlukan kebersamaan yang kuat. Sehingga setiap karya yang dilakukan hanyalah untuk kemuliaan nama Tuhan di bumi Pertiwi ini.

Dalam menghadirkan damai sejahtera di bumi Pertiwi ini, yaitu dengan mencintai Tuhan Allah dan sesama manusia.  Bagi setiap orang percaya, tentu akan berkata bahwa dirinya sudah mencintai Tuhan Allah, salah satu contoh yang diberikan adalah dengan rajin beribadah. Tetapi bagaimana dengan mengasihi sesama, bukan hanya sesama dalam jemaat, tetapi sesama sebagai ciptaan Tuhan di dunia ini. Berarti seluruh orang di bumi Pertiwi ini harus kita kasihi.

Mengasihi sesama sebagai bentuk kasih kita kepada Tuhan Allah memang tidak terbatas hanya pada “kalangan sendiri”, tetapi mengasihi dengan tanpa batas. Meskipun  dalam kenyataan banyak peristiwa yang membuat kita terdorong untuk membenci, tetapi kita harus belajar untuk tetap memegang sabda Tuhan, yaitu perintah untuk mengasihi. Sehingga dengan kasih itu, bangsa kita akan menemukan kasih melalui kehidupan umat percaya. Supaya kelak dikemudian hari, kita bisa meninggalkan jejak kasih bagi generasi selanjutnya.

-NEA-