MINGGU BIASA-V/14/Minggu, 16 September 2018

Yesaya 50:4-9; Mazmur 116:1-9; Yakobus 3:1-12; Markus 8:27-38

Dalam Tata Gereja GKI 2009, Pejabat Gerejawi terdiri dari Penatua dan Pendeta. Keduanya bertugas: mempelajari dan mendalami Firman; berdoa dan bersama dengan anggota Jemaat, mendorong peran serta anggota Jemaat; melakukan penggembalaan umum dan khusus, menjalankan pelayanan ke dalam dan keluar; mengerjakan fungsi pembinaan; serta memperhatikan dan menjaga ajaran. Sedikit berbeda dengan Penatua, Pendeta memiliki tugas khusus, yaitu: mewartakan Firman, melayankan sakramen, menahbis/meneguhkan pendeta, meneguhkan penatua, melantik badan pelayanan, serta melayankan peneguhan dan pemberkatan pernikahan.

Pendeta dan Penatua, Keduanya adalah kesatuan yang dinamis. Keduanya tidak bisa dibagi dan disekat (pendeta bagian rohani dan penatua bagian manajemen), tetapi dalam kebersamaan memikirkan kehidupan gereja dan menumbuhkan iman umatnya. Semua bagian harus saling memberi warna. Majelis Jemaat perlu tegas, tetapi juga mendengar. Ketegasannya bukan represif dan brutal, melainkan dalam kerangka mengayomi berdasarkan pada landasan teologis yang tepat untuk berjalan bersama umat menghadapi dinamika dunia ini dalam terang Kristus.

Petrus adalah murid yang paling berani dibanding murid – murid yang lain. Bahkan bisa dikatakan bahwa dimana ada Tuhan Yesus disitu ada Petrus. Dia adalah murid yang menyatakan diri siap melayani apapun yang dihadapi.

Tuhan Yesus pernah menegur Petrus dengan cukup keras yaitu didalam Markus 8:33 Namun, sambil menoleh dan melihat murid-murid-Nya, Yesus menegur Petrus dan berkata, “Pergilah dari-Ku, hai Iblis! Sebab, kamu tidak memikirkan perkara-perkara Allah, tetapi perkara-perkara manusia.” Hal ini terjadi karena sebagai pemimpin, ternyata Petrus belum mengerti benar maksud Tuhan sehingga imannya masih sangat lemah. Karena Petrus masih menyangkal jika Tuhan Yesus akan mati di salib. Yang Petrus pikirkan bukan perkara dari Allah, tetapi hatinya masih berpaut pada pikiran manusia. Sikap seperti Petrus hanya akan membawa batu sandungan dan menghambat pelayanan selanjutnya.

Sebagai anggota Majelis Jemaat dan sebagai jemaat, apakah kita sudah mempunyai pikiran – pikiran dari Allah atau masih sebatas pikiran manusia?

NEA-