MINGGU BIASA-V/15/Minggu, 23 September 2018

Yeremia 11:18-20; Mazmur 54; Yakobus 3:13-4:3,7-8; Markus 9:30-37

Setiap Jemaat GKI dipimpin oleh Majelis Jemaat. Dalam pelaksanaannya, Mejelis Jemaat tidak bisa berjalan sendiri untuk mengoperasikan seluruh kegiatan gereja. Oleh sebab itu dibutuhkan Badan Pelayanan (Bapel) yang dibentuk untuk membantu pelaksanaan pelayanan yang ada. Badan Pelayanan itu meliputi departemen, komisi, panitia, badan, kelompok, tim, yayasan, yang dibentuk dan diangkat untuk memimpin bidang-bidang pelayanan khusus atau melaksanakan tugas khusus sesuai dengan kebutuhan yang ada (Tata Laksana GKI Bab XLIV perihal BADAN PELAYANAN Pasal 197.1).

Oleh sebab itu, dalam menjalani pelayanan di tengah berbagai perubahan ini dibutuhkan kerjasama antara Badan Pelayanan dan Majelis Jemaat. Dibutuhkan semangat kebersamaan dan semua terlibat didalam pelayanan juga kepada seluruh anggota jemaat. Disamping itu juga makin menghargai peran yang berbeda. Perbedaan antar badan pelayanan bukan sebagai sekat yang memisahkan. Keberadaan Badan Pelayanan Jemaat yang beragam itu bukan seperti kerajaan dalam kerajaan, namun sebagai satu kesatuan supaya pelayanan umat semakin menjadi berkat, baik di dalam persekutuan jemaat, maupun di luar jemaat.

Godaan dalam pelayanan terkadang muncul perasaan “paling berjasa”. Sehingga tanpa disadari muncullah para “penguasa-penguasa” didalam setiap pelayanan.

Sehingga pelayanan menjadi tersendat dan tidak berjalan dengan lancar. Tuhan Yesus menegur murid – murid ketika mereka mempertengkarkan “siapa yang terbesar diantara mereka”. Tuhan Yesus memberi nasehat kepada mereka “Jika seseorang ingin menjadi yang terdahulu, hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya dan pelayan dari semuanya

Sudahkah kita menjadi pelayan yang benar – benar melayani Tuhan atau masih mempertengkarkan “siapa yang terbesar”?

-NEA-