MINGGU BIASA-V/16/Minggu, 30 September 2018

Bilangan 11:4-6,10-16,24-29; Mazmur 19:7-14; Yakobus 5:13-20; Markus 9:38-50

Pemimpin selalu berhadapan dengan dua hal yang saling bertentangan. Yang pertama, pemimpin akan berhadapan dengan kenyataan bahwa pada dasarnya seorang individu tidak suka untuk diperintah. Sedang disisi lain, juga berhadapan dengan individu yang belum tahu akan jalan yang harus ditempuh. Sehingga dalam kepimimpinan Kristen, yang diharapkan adalah, bukan seorang pemimpin yang hanya memerintah saja tetapi juga pemimpin yang melayani. Sebab jika pemimpin Kristen hanya memerintah saja, sudah bisa dipastikan bahwa kepemimpinannya akan gagal.

Untuk memahami kepemimpinan yang melayani, Tuhan Yesus menempatkan seorang anak kecil dan bersabda di dalam Markus 9:42  “Barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil yang percaya ini, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia dibuang ke dalam laut.” Anak kecil adalah individu yang masih belum mengetahui secara baik apa yang harus dilakukan atau apa yang tidak boleh dilakukan. Jadi anak kecil ini adalah individu yang bisa dibawa kemana saja, sesuai dengan keinginan si pemimpin atau si pendidik. Tentu saja tugas dari si pendidik atau si pemimpin yang dalam hal ini bisa dilakukan oleh  orang tuanya adalah membimbing anak kecil kearah kebaikan. Caranya adalah dengan membimbing anak ini dengan kasih sayang. Bukan dengan perintah yang tegas, tetapi dengan dialog yang membimbing anak tersebut sampai kepada pemahaman yang benar.

Menurut Platon, seorang filsuf yang hidup pada tahun 428 – 347 SM. Berpendapat pada dasarnya setiap individu sudah mempunyai pengetahuan yang terbenam dalam dirinya, sehingga dengan dialog akan memunculkan pengetahuan tersebut. Sehingga dalam mendidik murid – muridnyapun Platon menggunakan metode dialog. Demikian juga yang sebaiknya dilakukan oleh pemimpin yang melayani, yaitu membimbing umat yang dipimpinnya tidak dengan perintah – perintah tetapi dengan dialog. Sebab dengan dialog akan membawa individu kepada pemahaman tanpa harus terbebani dengan perintah – perintah yang dia tidak sukai.

-NEA-