MINGGU BIASA-V/21/Minggu, 28 Oktober 2018

Yeremia 31:7-9; Mazmur 126; Ibrani 7:23-28; Markus 10:46-52

Kisah Bartimeus disembuhkan oleh Yesus merupakan cerita tentang rengkuhan kasih-Nya pada yang lemah. Bartimeus menderita kebutaan dan kerjanya hanya duduk dipinggir jalan menantikan belaskasih dari orang – orang yang lalu-lalang. Saat Bartimeus berseru kepada Tuhan Yesus supaya mendapat pemulihan, banyak orang menegornya supaya diam. Tidak ada seorangpun yang mau menerima kehadirannya, semua menolak kehadirannya. Namun tidak demikian dengan Yesus. Si Bartimeus yang tersisih dan dilupakan, Yesus memberikan teladan dengan memberikan kasih-Nya. Rengkuhan-Nya mendatangkan pemulihan bagi Bartimeus. Bartimeus yang dahulu buta, sekarang bisa melihat. Bartimeus yang dulu tersisih sekarang menjadi bagian dari komunitas.  Buah dari pemulihan itu adalah ucapan syukurnya melalui tindakan nyata. Ia mengikut perjalanan Yesus.

Keluarga-keluarga Kristen perlu meneladan Yesus. Karena dunia tempat keluarga Kristen hidup, tidak selalu dalam keadaan menyenangkan, sukses, berhasil dan berjumpa dengan hal-hal serba indah. Dalam perjalanannya, keluarga berjumpa dengan hal-hal lain seperti kegagalan, kelemahan, kekurangan dan lain sebagainya.

Menerima hal-hal menyenangkan sangatlah mudah. Namun sebaliknya, mau menerima kelemahan, kekurangan, kegagalan terkadang sulit dan banyak keluarga tidak siap. Pada penutupan Bulan Keluarga ini, keluarga-keluarga diajak untuk menghayati kehidupannya bersama Yesus. Ia meneladankan pada setiap orang dan keluarga untuk menerima segala keadaan, termasuk menerima kelemahan.  Sehingga dengan mau menerima segala hal, maka akan menjadi keluarga yang hidup dalam sukacita.

Demikian juga dalam sikap mau menerima orang – orang yang tersisih yang ada disekitar kita, akan memulihkan keadaan mereka dan memberi semangat baru. Paling tidak dalam hati mereka masih mempunyai pengharapan “masih ada yang mau mengasihiku”.

-NEA-