MINGGU ADVEN 1- V/25/Minggu, 2 Desember 2018

Yeremia 33:14-16; Mazmur 25:1-10; 1 Tesalonika 3:9-13; Lukas 21:25-36

Meskipun bangsa Israel bersalah dan tidak menuruti sabda Tuhan, sehingga mereka harus dibuang ke Babel, tetapi bukan berarti harus menyalahkan kejatuhan mereka dan menyalahkan mereka akan sikap – sikap yang sudah dilakukan pada masa yang lalu. Didalam keadaan seperti ini, justru Yeremia memberikan sebuah penghiburan bagi Bangsa Isarel. Yeremia menyampaikan Sabda Tuhan, bahwa Tuhan akan menumbuhkan Tunas Keadilan sehingga Pada waktu itu Yehuda akan dibebaskan, dan Yerusalem akan hidup dengan tenteram. Dan dengan nama inilah mereka akan dipanggil: TUHAN keadilan kita! (Yeremia 33:16). Berita yang disampaikan oleh Yeremia adalah berita yang indah, karena didalam keterpurukan, bangsa Israel tidak dibuang dan dilupakan oleh Allah, tetapi bangsa Israel masih mempunyai pengharapan akan adanya kelepasan dan ketentraman kehidupan.

Dengan keyakinan ini, maka Daud juga memiliki pemahaman bahwa Allah tidak akan mempermalukan hidupnya dan musuhnya tidak akan beria – ria atas dirinya. Hal  ini dapat dialami jika ada sikap menantikan Tuhan, sehingga Tuhan akan menunjukkan jalan bagi setiap hamba – hamba-Nya.

Sebab, cepat atau lambat, Anak Manusia akan datang untuk kedua kalinya. Tidak ada seorangpun yang tahu kapan waktunya, tetapi Anak Manusia pasti datang untuk yang kedua kalinya. Menjelang kedatangan Anak Manusia untuk keduakalinya, akan disertai tanda – tanda yang membuat manusia menjadi takut menghadapi deru dan gelora laut.

Tetapi bagi orang percaya diberi penghiburan dan diharapkan setiap orang percaya untuk Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia.” (Lukas 21:36).

-NEA-