MINGGU ADVEN 2-V/26/Minggu, 9 Desember 2018

Maleakhi 3:1-4; Lukas 1:68-79; Filipi 1:3-11; Lukas 3:1-6

Karena dosa, maka manusia kehilangan damai sejahtera. Sehingga hubungan antara manusia dengan sesamanya bahkan hubungan manusia dengan alam menjadi hubungan yang tidak harmonis. Karena hubungan dengan sesama tidak harmonis, maka sangat mudah untuk terjadi perselisihan antar sesama manusia, bahkan tidak segan – segan untuk saling memfitnah dan menjatuhkan, sehingga suasana menjadi semakin kacau dan tidak tertata. Karena hubungan antar manusia menjadi semakin rusak, maka manusia mulai menciptakan senjata – senjata untuk saling membela diri yang akhirnya melahirkan peperangan. Demikian pula dengan alam semesta, alam semesta yang seharusnya dipelihara, justru dihancurkan demi kekayaan sekelompok orang tanpa memikirkan kelanjutan kehidupan. Sehingga alam menjadi rusak dan bencana alam menimpa umat manusia.

Tentu saja suasana seperti itu tidak bisa dibiarkan. Karena dengan suasana seperti itu, manusia akan binasa semua dalam dosanya. Tuhan menawarkan kepada manusia sebuah pilihan yang lain, yaitu tawaran keselamatan. Sekarang manusia memiliki dua pilihan yaitu antara tetap tinggal dalam dosanya atau memilih tawaran dari Tuhan untuk hidup dalam keselamatan. Oleh karena itu Rasul Paulus berdoa untuk jemaat di Filipi supaya mereka dapat memilih apa yang baik, sehingga mereka suci dan tak bercacat menjelang hari Kristus.

Hidup dalam kebaikan adalah sebuah pilihan untuk berbalik dari cara hidup yang lama, yaitu hidup dalam dosa menuju kepada cara hidup yang baru. Sehingga akan menghasilkan kehidupan yang berlawanan dengan cara hidup dalam dosa. Jika setiap orang berbalik dari cara hidup yang lama, maka akan menghasilkan cara hidup yang harmonis bahkan akan menghasilkan cara hidup yang menghargai sesama dan menghargai alam sekitar. Dengan cara hidup yang demikian, akan layak menyambut kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kalinya.

-NEA-