MINGGU ADVEN 4-V/28/Minggu, 23 Desember 2018

Mikha 5:1-4a; Mazmur 80:2-8; Ibrani 10:5-10; Lukas 1: 39-45

Manusia adalah mahluk sosial, artinya manusia tidak bisa hidup sendiri. Dengan kata lain, setiap manusia dalam kehidupannya tidak bisa melepaskan diri dari pengaruh orang lain. Ketika bergaul dengan orang lain, maka dirinya akan bisa mengakui keberadaan orang lain. Demikian pula sebaliknya, karena dia mengakui orang lain, maka orang lainpun mengakui keberadaan dirinya. Sehingga terjadi hubungan timbal balik. Hubungan saling mengakui keberadaan sesama, akan membawa kepada sikap saling menghargai dan saling mendukung didalam menjalani kehidupan di dunia ini.

Maria dan Elisabeth adalah dua sosok pribadi yang mempunyai jarak usia yang cukup jauh. Dimana kedua pribadi ini memiliki pergumulan yang berbeda, tetapi dengan tingkat kesulitan yang sama. Maria memiliki pergumulan bahwa dirinya mengandung ketika berstatus masih bertunangan dengan Yusuf. Bahkan harus menjelaskan bahwa bayi yang dikandungnya atas kuasa Roh Kudus. Sedangkan Elisabeth mempunyai pergumulan, bahwa dirinya mengandung pada masa tua ditambah lagi kesulitan berkomunikasi dengan suaminya. Karena sejak dirinya mengandung, suaminya tiba- tiba menjadi bisu.

Ketika dua pribadi yang sedang mengemban tugas dari Tuhan berjumpa, maka kedua pribadi ini, yaitu Maria dan Elisabeth saling memberi kekuatan. Ketika melihat Maria, Elisabeth berseru: “Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu.”  Paling tidak Maria terhibur karena ada orang yang mengakui bahwa bayi yang dikandungnya adalah bayi yang luar biasa. Kekuatan juga dirasakan oleh Elisabeth, yaitu ketika Maria memberi salam, maka bayi didalam kandungan Elisabeth melonjak kegirangan.

Perjumpaan Elisabeth dan Maria menjadikan mereka tetap mendapat kekuatan untuk menjalani tugas yang sudah mereka terima dari Tuhan. Kehidupan akan mempunyai makna ketika kita memiliki perjumpaan yang indah dengan sesama kita.

~NEA~