Yesus Dibaptis-V/31/Minggu, 13 Januari 2019

Yesaya 43:1-7; Mazmur 29; Kisah Para Rasul 8:14-17; Lukas 3:15-17, 21-22

Bangsa Israel sedang menjalani kehidupan di Babel sebagai orang buangan. Hidup sebagai orang buangan  tentu saja tidak membuat bahagia, tetapi dipenuhi dengan bayangan ketakutan. Oleh karena itu Tuhan memberi penghiburan kepada bangsa Israel bahwa mereka diharapkan jangan takut, sebab Tuhan telah menebus dan memanggil bangsa Israel. Bahkan sekalipun bangsa Israel harus menyeberang melalui air atau berjalan melalui apipun, Tuhan akan tetap menyertai, sehingga Bangsa Israel tidak akan celaka. Bagi bangsa Israel, air yang banyak (misal: laut) adalah sebuah hal yang menakutkan, karena disana tinggal berbagai – bagai kejahatan. Itulah janji bagi bangsa Israel, dimana janji itu juga berlaku atas orang percaya pada saat ini.

Ditengah – tengah kehidupan yang tidak mempunyai kepastian, membuat manusia hatinya dipenuhi dengan ketakutan dan ketidakberdayaan, oleh karena itu manusia memerlukan penolong. Tuhan menyatakan diri sebagai Tuhan yang menyertai umat manusia dan menjadi Tuhan yang menolong umat manusia. Sekarang yang dibutuhkan adalah sikap untuk mau mengakui bahwa Tuhan berkuasa diatas segalanya dan manusia harus mau menerima uluran tangan kasih Tuhan. Karena dengan mau menerima uluran tangan kasih Tuhan maka perlindungan Tuhan akan menyertai umat manusia sehingga tidak ada lagi ketakutan dalam diri manusia. Supaya hati manusia selalu terpaut dengan Tuhan, maka manusia memerlukan bimbingan Roh Kudus. Dimana Roh Kudus akan menerangi hati manusia, sehingga manusia akan selalu bisa berpikir positif dan bisa menjalani kehidupan ini dengan penuh sukacita. Oleh karena itu mari kita sambut uluran tangan Kasih Tuhan dan serahkan hati kita kepada pimpinan Roh Kudus.

~NEA~