Minggu Sesudah Epifani 3-V/33/Minggu, 27 Januari 2019

Bilangan 13:1-33; Mazmur 148; 1 Timotius 4:12-16; Matius 19:16-26

Tiada yang baka, didalam dunia s’gala yang indahpun akan lenyap….” adalah petikan dari Kidung Jemaat 274, dimana kita dinasehatkan untuk menggunakan waktu dengan bijaksana. Karena kesadaran akan ketidakkekalan manusia, akan membuat manusia berusaha untuk mempersiapkan diri sebaik-baiknya. Supaya ketika ketidakkekalan menghampiri manusia, maka manusia masih tetap mempunyai kehidupan yang dilanjutkan oleh generasi berikutnya.

Kehidupan yang dijalani diharapkan akan semakin baik, bahkan akan bertambah baik. Salah satu hal yang dilakukan adalah memberi pendidikan kepada generasi penerus dengan sebaik – baiknya. Memperlengkapi generasi penerus dengan berbagai hal, supaya kelak dikemudian hari, mereka akan bisa melanjutkan kehidupan ini dengan semakin baik.

Rasul Paulus mempersiapkan seorang anak muda yang bernama Timotius untuk melanjutkan pekerjaan Tuhan. Salah satu hal yang dinasehatkan kepada Timotius adalah sikap kepercayaan diri untuk menjadi teladan bagi orang lain. Teladan dalam perkataan, dalam tingkah laku dan dalam kesetiaan. Salah satu cara yang harus dilakukan adalah dengan mengisi hati dengan kata – kata bijak yang berasal dari Kitab Suci. Jika Timotius yang muda itu sudah bisa menjadi teladan bagi orang lain, maka tanpa disadari, Timotius akan bisa menjadi pemimpin bagi umat Tuhan. Jika tidak ada satupun manusia yang bisa hidup kekal, apakah kita sudah mempersiapkan generasi penerus untuk dekat dengan Tuhan dan mengisi hati mereka dengan Firman Tuhan?

~NEA~