Minggu Sesudah Epifani 6-V/36/Minggu, 17 Februari 2019

Yeremia 17:5-10; Mazmur 1; 1 Korintus 15:12-20; Lukas 6:17-26

Nabi Yeremia sedang memperhadapkan dua realita yang saling bertolak belakang dan tentu saja dengan konsekuensi yang berbeda pula. Disatu sisi ada orang yang mengandalkan kekuatan manusia, karena merasa kuat lalu mengandalkan kekuatan sendiri atau mengandalkan kekuatan orang lain (berlindung kepada manusia lain). Yeremia mengungkapkan bahwa orang semacam ini  didalam Yeremia 17:6 Ia akan seperti semak bulus di padang belantara, ia tidak akan mengalami datangnya keadaan baik; ia akan tinggal di tanah angus di padang gurun, di negeri padang asin yang tidak berpenduduk. Tetapi sebaliknya bagi orang yang mengandalkan Tuhan, Yeremia memberi gambaran didalam Yeremia 17:8 Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.

Tentu saja kedua realita diatas bertolak belakang, dan jika kita diminta memilih, tentu saja memilih menjadi orang yang bagaikan tumbuhan ditepi aliran air, yang daunnya selalu hijau dan tidak mengalami masa paceklik. Satu – satunya syarat yang harus dijalani adalah mengandalkan Tuhan didalam menjalani kehidupan. Bagi orang yang sudah percaya tentu saja mengambil keputusan ini mudah, tetapi bagaimana dengan orang yang belum percaya? sebab mereka juga belum mengenal siapa Tuhan yang penuh kasih itu.

Tentu saja kasih Tuhan itu harus disebarkan, terlebih dunia saat ini menawarkan teknologi untuk menjangkau semua orang. Karena saat ini semua orang hidup dalam dunia yang saling terhubung, satu dengan yang lain. Bahkan saat ini penduduk dunia telah bertransformasi menjadi penduduk desa global. Sehingga dengan demikian, tugas untuk memperkenalkan Kristus kepada dunia menjadi semakin mudah dan jangkauannya menjadi semakin luas. Apakah saudara terbeban untuk memperjumpakan sahabat saudara dengan Tuhan?

~NEA~