Minggu Sesudah Epifani 7-V/37/Minggu, 24 Februari 2019

Kejadian 45:3-15; Mazmur 37:1-11, 39-40; 1 Korintus 15:35-38, 42-50; Lukas 6:27-38

Jika kita bertanya siapa yang disebut musuh. Musuh adalah orang yang kita benci. Oleh karena itu jika ada orang yang membenci kita, namun kita bersikap baik – baik saja, maka orang tersebut bukan musuh kita. Tetapi orang itulah yang menganggap diri kita sebagai musuhnya. Hal ini terlihat dalam hubungan antara Yusuf dan saudara – saudaranya. Yusuf menganggap saudara – saudaranya  sebagai  kakak – kakak yang baik dan penuh kasih sayang. Tetapi justru sebaliknya. Saudara – saudaranya membenci Yusuf sehingga dengan demikian Yusuf dianggap sebagai musuh yang harus disingkirkan.

Akhirnya Yusuf harus mengalami berbagai petualangan iman. Dari hidup sengsara karena harus dijual sebagai budak, difitnah oleh istri Potifar dan akhirnya masuk penjara. Namun akhirnya tanpa diduga oleh saudara – saudaranya Yusuf sekarang menjadi penguasa di tanah Mesir. Sebagai penguasa, maka Yusuf mempunyai kekuasaan yang besar. Bahkan setiap ucapannya adalah hukum yang harus dilakukan. Oleh karena itu ketika Yusuf memperkenalkan diri, maka saudara – saudara Yusuf gemetar ketakutan. Mereka menyangka bahwa Yusuf akan membalas dendam. Tetapi dugaan mereka meleset, Yusuf sama sekali tidak membalas dendam.

Tentu kita bertanya, mengapa Yusuf tidak membalas dendam kepada saudara – saudaranya. Dalam kejadian 45:5, Yusuf berkata: Tetapi sekarang, janganlah bersusah hati dan janganlah menyesali diri, karena kamu menjual aku ke sini, sebab untuk memelihara kehidupanlah Allah menyuruh aku mendahului kamu.

Ternyata Yusuf bisa mengolah batinnya dengan sangat jenius. Yusuf tidak membiarkan dirinya dibakar oleh api amarah, tetapi Yusuf mencari rencana Tuhan dibalik setiap peristiwa yang dia alami. Dengan alasan inilah, Yusuf tidak menjadikan saudara – saudaranya sebagai orang – orang yang dibencinya. Sehingga Yusuf tidak mempunyai musuh yang harus menerima balas dendamnya, yang ada hanyalah rasa syukur karena bisa berjumpa kembali dengan saudara – saudara yang dikasihinya.

~NEA~