Minggu Pra Paska 1-V/39/Minggu, 10 Maret 2019

Ulangan 26:1-11; Mazmur 91:1-2, 9-16; Roma 10:8b-13; Lukas 4:1-13

Salah satu kelemahan manusia adalah tidak mau susah, inginnya selalu senang, bahagia, sukses, pokoknya yang menyenangkan saja. Oleh karena itu jika kesusahan datang, maka seluruh kehidupannya seakan – akan runtuh. Bukan hanya secara fisik yang semakin kelihatan loyo dan layu tidak bersemangat, tetapi kondisi imannya juga ikut – ikutan menjadi lesu, bahkan tanpa segan – segan akan mengajukan pertanyaan kepada Tuhan “Mengapa Engkau tidak mengasihiku?”

Tuhan Yesus mengalami hal yang sangat tidak menyenangkan. Yaitu ketika dalam keadaan lapar dan haus, karena berpuasa selama 40 hari, godaan datang dan menawarkan hal yang sangat dibutuhkan oleh manusia yaitu makanan dan minuman. Tetapi Tuhan Yesus bisa menolak tawaran ini. Bahkan tetap ingat bahwa manusia hidupnya bukan hanya dari roti tetapi juga dari Firman Tuhan. Godaan masih terus berlanjut. Bahkan godaan itu bukan sekedar makanan dan minuman, tetapi kekuasaan. Dengan satu syarat menyangkali Bapa. Namun Tuhan Yesus kembali menolak dan memberi jawab bahwa hanya Allahlah yang disembah. Meskipun sudah dua kali ditolak, si penggoda tidak berhenti sampai disitu, tetapi si penggoda terus menggoda Tuhan Yesus untuk memamerkan kekuasaanNya dengan cara menjatuhkan diri dari bumbungan Bait Allah. Sekali lagi Tuhan Yesus menolak godaan ini.

Sepertinya godaan kepada Tuhan Yesus berlanjut kepada umat percaya sampai dengan hari ini. Godaan masalah yang berkaitan dengan makanan dan minuman. Makan dan minum sudah ada, apakah sudah merasa puas atau masih merasa kurang?. Demikian juga kekuasaan, apakah yang dicari oleh manusia? Alih – alih berlindung dibalik kata “melayani” tetapi justru ingin menjadi penguasa yang kehilangan welas asih terhadap sesama. Apalagi jika godaan untuk memamerkan diri, apakah umat percaya tetap bisa berkata “tidak”? Bagaimana perasaan saudara ketika sebagai orang yang mempunyai jabatan tetapi tidak disebut namanya atau tidak diberi sambutan yang diharapkan?

Tuhan Yesus memberi teladan kepada anak-anakNya, bagaimana menghadapi segala macam godaan, supaya kehidupan iman tetap tertuju kepada Bapa.

~NEA~