Paska-V/45/Minggu, 21 APRIL  2019

Lukas 24:1-12

Tentu saja para murid tidak percaya begitu saja, ketika Maria dari Magdala, Yohana, dan Maria ibu Yakobus mengatakan bahwa  Tuhan Yesus telah bangkit. Karena mereka menyaksikan sendiri penyaliban terhadap Tuhan Yesus. Bahkan untuk memastikan kematian-Nya, salah satu prajurit menusukkan tombaknya ke tubuh Tuhan Yesus. Jadi sudah bisa dipastikan bahwa Tuhan Yesus telah mati. Bukan hanya tubuh-Nya telah rusak, tetapi jasadnya telah dikubur selama 3 hari yang artinya secara alamiah, tubuh yang sudah mati, seharusnya mulai membusuk. Tetapi peristiwa yang terjadi justru sebaliknya, bukannya tubuh Tuhan Yesus rusak dan membusuk, tetapi justru sekarang Tuhan Yesus bangkit dari kematian. Peristiwa ini menandakan bahwa hukum alam, kebiasaan, pemahaman yang diakui, tidak dapat mengalahkan kuasa Tuhan. Kebangkitan Tuhan Yesus menandakan bahwa Tuhan Yesus lebih berkuasa atas segala hal dimuka bumi ini.

Sebagai orang – orang yang percaya kepada Tuhan Yesus, tentu kita harus bersukacita. Sebab Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang mengalahkan segala kuasa yang ada di dunia ini. Kebangkitan-Nya menghadirkan pemahaman baru bahwa manusia tidak pernah dikuasai oleh kekuatan dunia manapun selama dia bersandar dan berserah kepada Tuhan. Dengan bersandar dan berserah, maka Tuhan sendiri yang akan mematahkan segala kuasa dunia dan “hal-hal” yang seharusnya terjadi berdasar hukum alam yang berlaku didunia ini.

~NEA~