Paska  iii-V/47/Minggu, 5 Mei  2019

Kisah Para Rasul 9:1-20; Mazmur 30; Wahyu 5:11-14; Yohanes 21:1-19

Saulus dan Petrus adalah dua tokoh dalam perjanjian baru yang mengalami perjumpaan dengan Tuhan secara pribadi. Sehingga kehidupan manusia lama telah sungguh-sungguh ditinggalkan dan digantikan dengan manusia baru seutuhnya.

Saulus sebelum mengalami perjumpaan dengan Tuhan Yesus, adalah seorang yang luar biasa gigih mengejar-ngejar murid Tuhan Yesus untuk dibinasakan. Karena murid-murid Tuhan Yesus telah dianggap menciderai Hukum Taurat. Sehingga Saulus mempunyai kewajiban untuk melakukan tugasnya. Dengan berbekal surat kuasa dari Imam Besar, Saulus akan menemui majelis-majelis Yahudi di Damsyik. Tetapi di dalam perjalanan menuju Damsyik, Tuhan Yesus menyapa Saulus, “Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?” dan jawab Saulus: “Siapakah Engkau, Tuhan?”

Demikian dengan Petrus, dia pernah menyangkali Tuhan Yesus, bukan hanya satu kali, tapi tiga kali. Sebuah penyangkalan yang bukan hanya pura – pura, tapi benar-benar menyangkal dihadapan orang banyak. Padahal Petrus adalah murid yang dikasihi Tuhan Yesus. setelah Tuhan Yesus bangkit dari kematian, Tuhan Yesus bertanya kepada Petrus, “Simon, anak Yohanes, apakah kamu mengasihi Aku lebih daripada semua ini? dan Petrus menjawab, “Benar Tuhan, Engkau tahu bahwa aku mengasihi Engkau. Tuhan Yesus bertanya kepada Petrus sampai 3 kali, dan Petrus tetap menjawab dengan jawaban yang sama.

Pada akhirnya Saulus dan Petrus, mengalami perubahan. Dari yang menyakiti hati Tuhan, menjadi pembawa kabar sukacita. Saulus dan Petrus telah mau menanggapi pertanyaan Tuhan secara pribadi dan dengan segenap hati, dengan demikian Saulus dan Petrus juga mau menerima dan menjalani perubahan dalam kehidupan mereka.

~NEA~