Paska  V-V/49/Minggu, 19 Mei  2019

Kisah Para Rasul 11:1-18; Mazmur 148; Wahyu 21:1-6; Yohanes 13:31-35

Cinta adalah perasaan suka terhadap obyek tertentu, tentu dalam tema kita yang dimaksud adalah sesama manusia. Sehingga yang dimaksud oleh judul di atas adalah mencintai sesama dengan sepenuh hati tanpa ada persyaratan apapun atau ukuran apapun. Sebab bisa jadi, seseorang mencintai orang lain karena ada persyaratan tertentu. Misalnya: aku mencintaimu, jika engkau memiliki ini dan itu, sehingga jika ada orang yang tidak memenuhi kriteria yang dimaksud, maka orang itu tidak berhak mendapat perhatian atau cinta.

Hal ini terjadi dalam kehidupan orang Yahudi. Ketika Tuhan Yesus sudah memberikan cintanya kepada semua manusia, sehingga semua manusia berhak untuk menerima kasih-Nya, tetapi bangsa Yahudi menghalangi orang – orang di luar mereka, yaitu bangsa lain yang tidak bersunat untuk datang kepada Kristus. Bangsa Yahudi mempunyai pemahaman bahwa yang berhak menerima kasih Kristus hanya bangsa Yahudi. Oleh karena pemahaman tersebut, Petrus tidak mau membaptis Kornelius yang bukan bangsa Yahudi.

Tuhan memberi perintah kepada Petrus melalui penglihatan kain lebar yang berisi berbagai binatang yang menurut peraturan Taurat, adalah binatang yang haram. Tuhan menyatakan bahwa apa yang dinyatakan halal oleh Tuhan tidak boleh dinyatakan haram oleh manusia. Artinya bahwa bangsa lain bukan bangsa yang haram dan bukan bangsa yang harus dihindari. Dengan pemahaman yang telah diperbaharui, akhirnya Petrus mau membaptis Kornelius.

Tuhan mengajarkan kepada anak-anakNya bahwa cinta yang sesungguhnya adalah cinta yang tanpa diberi sekat antara yang satu dengan yang lain. Oleh karena itu Tuhan Yesus memberikan ciri-ciri anak Tuhan adalah dengan tanda kasih. Artinya jika seseorang mengaku anak Tuhan, maka orang tersebut harus memiliki kasih. Hal ini disabdakan Tuhan Yesus didalam Yohanes 13:35 Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.

NEA ~