Paska  VII-V/51/Minggu, 2 Juni  2019

Kisah Para Rasul 16:16-34; Mazmur 97; Wahyu 22:12-14, 16-17, 20-21; Yohanes 17:20-26

Sejak zaman awal kehidupan, manusia berlomba-lomba untuk menjadi yang terbaik. Dengan demikian terjadi persaingan antara manusia satu dengan yang lainnya, jika persaingan sudah begitu tajam, maka terjadi saling menjatuhkan. Rasa iri hati jika melihat sesamanya bisa meraihnya. Maka tidak heran jika peperangan, saling membenci, saling menjatuhkan menjadi kegiatan dalam kehidupan manusia.

Model kehidupan seperti itu, bukanlah model kehidupan yang dikehendaki oleh Allah. sebab Allah adalah Kasih, sehingga manusia diajarkan untuk saling merendahkan diri dan menganggap orang lain lebih utama dibanding dirinya. Supaya dengan demikian, tidak akan terjadi saling meninggikan diri dan terjadi persaingan, yang pada akhirnya akan membawa suasana menjadi suasana yang damai dan tentram.

Tentu saja model kehidupan yang Allah kehendaki sangat bertolak belakang dengan model kehidupan dunia. Manusia akan sangat sulit melaksanakan model kehidupan yang Allah kehendaki. Kristus mengetahui kesulitan manusia, maka Kristus mendoakan orang-orang yang percaya kepada Kristus, supaya mereka bisa hidup dalam persatuan. 

Kristus mendoakan setiap orang percaya, supaya diberi kemampuan untuk hidup dalam kasih dan tetap bertahan terhadap desakan dunia yang masih hidup dalam kebencian, supaya orang percaya tetap hidup dalam persatuan dan tahan terhadap desakan dunia yang masih hidup dalam perpecahan.

Kristus memohon supaya Bapa menguduskan orang percaya dalam kebenaran, artinya orang percaya dipisahkan dari cara hidup dunia dan dimasukkan dalam hidup benar. Sekarang tugas orang percaya adalah tetap menjaga imannya dan tetap percaya kepada Kristus.

~NEA~