Pentakosta-V/52/Minggu, 9 Juni  2019

Kejadian 11: 1-9; Mazmur 104:24-35; Kisah Para Rasul 2:1-21; Yohanes 14:8-17, 25-27

Roh Kudus dicurahkan kedalam dunia untuk mengajarkan dan mengingatkan manusia akan setiap sabda Tuhan yang sudah diberikan kepada manusia. Jadi dalam karyaNya di dunia, Roh Kudus selalu mengikutsertakan manusia. Ketika manusia mau menerima Roh Kudus, maka orang tersebut akan mampu melakukan firman Tuhan dan menjadi alat untuk kemuliaan nama Tuhan untuk membawa kabar sukacita kepada dunia. Hal inilah yang terjadi dalam diri para murid. Ketika mereka berada di dalam ruangan yang tertutup dan Roh Kudus turun dalam rupa lidah-lidah api, maka seketika itu juga mereka menjadi berani untuk menyatakan diri sebagai murid Kristus dan berani memberitakan akan kebenaran firman Tuhan. Mereka berani membawa kabar sukacita untuk ikut mempengaruhi lingkungan disekitar mereka, supaya orang-orang yang ada disekitar mereka menjadi baik dan percaya kepada Kristus.

Orang-orang percaya hidup ditengah-tengah masyarakat. Dimana kehidupan masyarakat selalu dipengaruhi oleh banyak hal. Ada pengaruh yang baik ada pula pengaruh yang tidak baik. Pengaruh ini muncul karena hubungan dengan lingkungan sekitar. Dengan berkembangnya teknologi, kehidupan masyarakat tidak hanya dalam hubungan yang kelihatan, misal: masyarakat dalam RT, RW, dsb. Tetapi sekarang terbentuk masyarakat yang tidak kelihatan, yaitu grup WA, grup Facebook dan sebagainya. Meskipun tidak kelihatan, namun pengaruh yang diberikan akan sama besar

dengan masyarakat yang kelihatan, bahkan kemungkinan besar pengaruh yang diberikan akan lebih efektif. Jika kita mau menerima Roh Kudus, maka Roh Kudus akan memberikan kekuatan untuk bersaksi tentang kebenaran firman Tuhan dan memberi pengaruh yang baik kepada lingkungan dimanapun kita berada. Bersaksi ditengah-tengah masyarakat yang dijumpai dalam kehidupan nyata, maupun bersaksi dan memberi pengaruh dalam kehidupan masyarakat yang tidak kelihatan, misal memberi pengaruh yang baik dalam kehidupan grup WA maupun dalam media sosial yang lainnya. Dengan demikian, nama Tuhan akan dipermuliakan dan banyak orang yang akan menerima pengaruh yang baik.

~NEA~