Trinitas-VI/1/Minggu, 16 Juni 2019

Amsal 8:1-4, 22-31; Mazmur 8; Roma 5:1-5; Yohanes 16:12-15

Kata merayakan biasanya dikaitkan dengan sebuah kegiatan yang penuh sukacita karena adanya hal yang membahagiakan. Jika merayakan karya Trinitas, artinya ada karya Trinitas yang membahagiakan yang terjadi dalam kehidupan umat percaya. Memang benar, bahwa karya Trinitas dalam kehidupan manusia, adalah karya yang senantiasa membawa kepada kebahagiaan, karya yang membawa kepada sukacita. Hanya saja, untuk menyaksikan karya Trinitas, manusia harus mempunyai hikmat, tanpa hikmat maka manusia tidak akan bisa melihat karya Trinitas didalam kehidupan ini. Sehingga yang dilihatnya hanyalah kehidupan yang membosankan dan penuh penderitaan.

Melalui keberadaannya didalam dunia, Sang Pemazmur dapat melihat karya Trinitas yang luar biasa, karena Sang Pemazmur bisa merasakan bahwa Allah telah memberikan kepada manusia mahkota kemuliaan dan memberikan kepada manusia kemampuan untuk menguasai seluruh ciptaan-Nya. Bukankah semua manusia diciptakan sama, tetapi kesadaran ini muncul dari kehidupan Sang Pemazmur. Karena Sang Pemazmur memiliki hikmat untuk bisa mengerti akan kuasa Allah yang bekerja didalam kehidupan manusia. Pertanyaan Sang Pemazmur “siapakah manusia” adalah sebuah kesadaran bahwa manusia yang hina tetapi diberi kehidupan yang lebih mulia dibandingkan dengan ciptaan yang lain. Sehingga sang Pemazmur bisa merayakan dan menghargai karya Allah.

~NEA~