1 Tesalonika 5:16-18

Tesalonika adalah ibukota Makedonia. Kota itu makmur dan memiliki pelabuhan alam yang indah terletak di jalan raya Romawi kearah timur. Akibatnya, kota itu menjadi kota yang multi rasial dengan kebudayaan yang beraneka ragam dan terbuka untuk menerima segala macam kepercayaan agama. Paulus mendirikan gereja di Tesalonika pada perjalanan penginjilan. Gereja muda yang di Tesalonika ini bergumul karena tekanan, penindasan dan godaan.

Dalam surat 1 Tesalonika 5:16-18 ini menuliskan tentang tiga hal mendasar dalam kekristenan. Pertama: “Bersukacita senantiasa”. Orang yang bersukacita terekspresi dari wajahnya, namun pertanyaannya adalah sukacita seperti apa yang dimaksudkan oleh Firman Allah?. Daud berkata “Aku bersukacita ketika dikatakan orang padaku, mari pergi ke rumah Tuhan.” (Mazmur 122:1). Daud merasa senang ketika ada orang yang mengajaknya pergi beribadah kepada Tuhan. Kata ‘’senantiasa” yang memiliki arti selalu, setiap waktu, sehingga kita dapat berkata bahwa tiada hari tanpa bersukacita. Kedua: “Tetaplah berdoa”. Ini berarti bahwa kita harus bisa berdoa setiap saat dan dalam segala situasi, ketika  masalah datang dalam usaha,  pekerjaan bahkan dalam rumah tangga, tetaplah berdoa supaya kita kuat di dalam Tuhan. Ketiga: “Mengucap syukur dalam segala hal”.

Ketika hidup diberkati dan ketika semuanya berjalan seperti yang kita harapkan, pasti mudah mengucap syukur. Tetapi ketika  berjalan sebaliknya apakah kita mampu mengucap syukur? Pasti sulit kita lakukan. Melakukan ketiga hal ini adalah sesuatu yang tidak mungkin karena kehidupan kita sesungguhnya hidup mengalami fluktuatif.

Hidup yang penuh fluktuatif itu ditandai dengan: gembira, sedih, berhasil, gagal, tawa, tangis, sehat maupun sakit, tetapi ketiga hal ini (bersukacita, berdoa, mengucap syukur) tetap diupayakan dalam hidup kita sebagai bagian dari gereja. Gereja juga harus mengalami ketiga hal ini sebagai bagian dari kegembiraan.

~NEA (By. Josia Sibagariang) ~