Kejadian 12: 1-4a; Mazmur 121; Roma 4:1-5, 13-17; Yohanes 3: 1-17

Sebab Allah adalah Kasih, ini yang disaksikan oleh 1 Yoh. 4:8b. Jadi, dalam Allah hanya ada kasih dan Allah tidak pernah menciptakan yang bertentangan dengan kasih. Ciptaan Allah selalu ada dalam koridor kasih-Nya. Hanya saja, ketika manusia yang merupakan ciptaan Allah mulai mencoba menghindarkan diri dari kasih, maka muncullah hal yang tidak berada dalam koridor kasih, yang akhirnya kita sebut dengan kejahatan.

Tindakan manusia yang tidak berada dibawah koridor kasih, yang pertama kali dilakukan adalah makan buah pengetahuan yang baik dan yang jahat. Dengan demikian manusia telah jatuh kedalam dosa dan dengan adanya dosa, manusia terusir dari suasana damai sejahtera.

Sebagai Allah yang adalah kasih, tidak menegakan ciptaanNya berada jauh dari sukacita, yang artinya hidup dalam penderitaan. Maka Allah mengutus AnakNya yaitu Kristus untuk memberikan KasihNya, supaya setiap orang yang mau menyambut Kristus akan mendapat Kasih Allah dan kembali didamaikan dengan Allah.

Jadi Allah tidak pernah menghakimi dunia, tetapi Allah menawarkan kasih-Nya kepada manusia. Jika manusia mau menyambut dan menerima kasih Allah, maka manusia akan mengalami keselamatan. Tetapi jika tidak mau menyambut dan menerima kasih Allah, maka manusia tersebut akan terus berada didalam penderitaannya.

~NEA~