(Matius 16:21-28)

Tuhan Yesus sudah tahu bahwa penderitaan akan segera dialamiNya. Secara manusia peristiwa penderitaan ini membuat takut dan gentar. Tetapi peristiwa ini pasti akan terjadi, karena orang-orang Farisi, Ahli Taurat dan kawan-kawannya telah merencanakan hal itu. perasaan ingin meninggalkan Yerusalem bisa saja terlintas dalam benak Tuhan Yesus.

Dalam keadaan seperti itu, Petrus berkata: “Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau.” Petrus memberi penghiburan yang jauh dari pikiran Tuhan, dimana Tuhan Yesus harus mati bagi dosa manusia, tetapi Petrus menjamin bahwa itu tidak akan terjadi, jika ditanggapi secara pikiran manusia, maka Tuhan Yesus merasa ada pendukung untuk melarikan diri dari Yerusalem.

Oleh karena itu, Tuhan Yesus mengingatkan Petrus bahwa yang dikatakannya itu hanya akan melemahkan iman. Karena yang dikatakan Petrus itu hanya sebatas pemikiran manusia yang tidak peduli akan orang lain, bukan pikiran Allah yang menghendaki pengampunan dosa bagi manusia.

~NEA~