(Mazmur 119:33-40)

Pemazmur sangat menyadari bahwa mengikuti tuntunan ketetapan, hukum Tuhan akan membawa pada kehidupan (ay. 33 dan 40). Oleh karena itu, Pemazmur ingin terus mengarahkan hidupnya pada Tuhan dan hukum-hukum-Nya. Pemazmur juga memahami bahwa hukum Tuhan dan perkataan Tuhan tidak selalu menyediakan jawaban ‘jadi’ atas pergumulan saat ini, tetapi menyediakan prinsip dasar yang memberikan hikmat, pengertian, dan kebijaksanaan bagi yang mempelajarinya (ay. 6-7). Untuk mengarahkan hidupnya pada Tuhan, pemazmur mau terus mempelajari dan mendalami hukum Tuhan (ay. 33-34).

Dengan mengarahkan hati kepada Tuhan, maka hati kita akan dapat menerima kegagalan ataupun kesuksesan sebagai anugerah Tuhan. Ketika mengalami kegagalan, sakit penyakit, ataupun hal yang tidak menyenangkan tidak akan menjadi orang yang patah semangat tetapi ketika memperoleh kesuksesan tidak akan menjadi orang yang sombong dan tidak mau memberi perhatian bagi yang lemah.

Keadaan dan situasi apapun tidak akan melemahkan imannya dan selalu bersemangat didalam menjalani kehidupan ini.

~NEA~