(Matius 22:34-46)

Pada umumnya setiap manusia dilahirkan karena cinta. Sehingga ketika lahir manusia sudah dibekali dengan cinta. Dalam pertumbuhan sang bayi, seharusnya cinta juga bertumbuh secara baik, sehingga akan menjadi cinta yang bisa mencintai dengan benar.

Sepertinya cinta yang dimiliki oleh orang Farisi adalah cinta yang bertumbuh dengan salah. Sebab ketika mendengar orang Saduki “kalah” berdebat dengan Tuhan Yesus, seharusnya orang Farisi memberi nasehat kepada orang Saduki supaya jangan mencobai orang lain. Tetapi justru sebaliknya “rasa cinta” kepada orang Saduki menutup mata orang Farisi akan kebenaran. Sehingga orang Farisi ikut “menyerang” Tuhan Yesus dengan pertanyaan yang menurut mereka bisa menjatuhkan Tuhan Yesus.

Itu pertumbuhan dari cinta yang salah, seharusnya cinta bertumbuh dengan benar, sehingga akan dapat mengasihi Tuhan dan dapat mengasihi sesama dengan baik. Supaya cinta dapat bertumbuh dengan benar, maka perlu dilatih untuk tetap mengasihi Tuhan dan sesama dengan cara tetap semangat di dalam melayani Tuhan dan sesama.

~NEA~