(Matius 25:1-13)

Sudah menjadi kebiasaan bahwa mempelai laki-laki akan meningalkan rumahnya menuju rumah mempelai wanita untuk melangsungkan pesta perkawinan. Karena pelaksanaannya biasanya pada malam hari, maka harus diiringi oleh petugas yang membawa obor/lentera supaya jalan menjadi terang dan aman untuk dilalui. Oleh karena itu, obor/lentera harus selalu siap digunakan kapanpun juga. Supaya lentera dapat dipergunakan setiap saat, diperlukan keahlian untuk membuat perkiraan kecukupan minyaknya.

Kemungkinan pada saat itu 5 gadis yang bodoh sudah mempersiapkan diri dengan baik, hanya saja mereka tidak dapat mengenal dengan benar mempelai Laki-laki yang akan datang, sehingga mereka dalam menentukan waktu kedatangan sang mempelai, mereka hanya sekedar dugaan saja. Karena tidak mengenal dengan baik, sehingga mereka tidak perlu menyediakan minyak secara cukup, akhirnya mereka kehabisan minyak.

Sedangkan 5 gadis yang bijaksana, cukup mengenal mempelai pria, sehingga gadis yang bijaksana ini berjaga-jaga dengan menambahkan minyak cadangan yang cukup, sehingga ketika mempelai yang dimaksud itu datang, maka merekapun masih mempunyai pelita yang tetap menyala.

Di dalam Matius 9:14–15 Tuhan Yesus menyatakan diri sebagai mempelai laki-laki. Oleh karena Tuhan Yesus sebagai mempelai laki-laki maka diperlukan kesiapan untuk menyambut kedatanganNya. Sudahkah kita mengenal Tuhan Yesus dengan benar?

~NEA~