(Matius 25:14-30)

Setiap orang diharapkan untuk menyadari akan keberadaan dirinya. Dengan menyadari akan keberadaan dirinya maka dia akan bisa menempatkan dirinya secara tepat sehingga dapat dikatakan bahwa orang yang tahu diri adalah orang yang mampu dan sanggup membawakan diri ditengah-tengah kehidupan dan tidak mengalami kesulitan pada penerimaan orang lain akan berbagai kondisi dirinya. Carl Rogers mengemukakan mengenai teori Eksistensial Humanistik. Menurut konsep ini manusia memiliki kesanggupan untuk menyadari dirinya sendiri. Semakin kuat kesadaran diri itu pada seseorang, maka akan semakin besar pula kebebasan yang ada pada orang itu.

Dalam kehidupan orang beriman, mempunyai keyakinan bahwa Tuhan telah memberikan talenta kepada setiap orang. Besar kecilnya talenta tidak menjadi masalah, justru yang menjadi masalah adalah ketika tidak bisa menyadari akan talenta yang dimilikinya. Dengan tidak menyadari akan talenta yang dimilikinya, tidak akan ada aktualisasi diri, baik ditengah-tengah kehidupan dalam dunia maupun dalam pengucapan syukur kepada Tuhan.

Hal inilah yang dialami oleh orang yang menerima 1 talenta. Karena tidak menyadari akan anugerah yang berupa talenta dari Sang Tuan, akhirnya dia harus menjalani hukuman yang seharusnya bisa dia hindari.

~NEA~