(Yohanes 1:6-8, 19-28)

Saksi adalah orang yang dianggap mengetahui kejadian tersebut agar pada suatu ketika, apabila diperlukan, dapat memberikan keterangan yang membenarkan bahwa peristiwa itu sungguh-sungguh terjadi. Jadi untuk menjadi saksi adalah harus mengalami sendiri sebuah peristiwa.

Oleh karena itu, ketika Yohanes hendak memberi kesaksian tentang Tuhan Yesus, maka Yohanes menerima pengutusan dari Allah sendiri. Sebab yang hendak disaksikan oleh Yohanes adalah Allah sendiri. Jadi secara tidak langsung Allah memperkenalkan diriNya kepada umat manusia melalui kesaksian Yohanes.

Oleh karena Yohanes hanya sebagai saksi, maka Yohanes merendahkan dirinya dan mendudukkan dirinya di bawah nama Tuhan Yesus. Hal itu dikatakan dengan jujur kepada orang – orang yang bertanya kepadanya. Yohanes menjawab bahwa dirinya bukan Mesias, bukan Elia ataupun Nabi yang akan datang.

Yohanes memberi teladan kepada kita, orang percaya hanyalah sebagai saksi, maka harus menempatkan diri di bawah nama Tuhan Yesus.                                       

NEA ~