Penerus Tahta Daud

 (Lukas 1:26-38)

Percaya tetapi tanpa perbuatan atau bukti nyata dalam tindakan, adalah sebuah hal yang patut diragukan. Demikian pula jika cinta tanpa dinyatakan dalam perbuatan juga layak untuk dipertanyakan. Maria tentu sudah tahu bahwa Yusuf berasal dari keturunan Daud. Maka ketika malaikat berkata dalam ayat 32 “…Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya,….” Maria tidak kaget, tetapi justru bertanya, “Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?”. Maka setelah malaikat menjelaskan, Maria menerima dan percaya akan hal yang disampaikan oleh malaikat kepadanya.

Maria membuktikan bahwa Yusuf adalah keturunan Daud dan membuktikan percayanya kepada Allah dengan bersedia menerima tugas yang tentu saja tidak mudah dalam menjalaninya. Sekali lagi disinilah pembuktian akan cinta dan percaya harus dijalani dengan ketekunan, kesetiaan serta ketabahan.

Maria adalah tokoh yang memberi insprirasi kepada umat manusia, bahwa ketekunan, kesetiaan dan ketabahan yang dimilikinya, akhirnya membuktikan dengan jelas bahwa keturunan Maria dan Yusuf dapat menjadi penerus tahta Daud.

Jika pada saat ini semua orang percaya memiliki ketekunan, kesetiaan dan ketabahan dalam menjalankan tugas imannya, maka tahta Daud (baca: pemerintahan Tuhan) juga akan dinyatakan secara nyata pada kehidupan saat ini.

NEA ~

Tinggalkan komentar