Menjadi Anak Terang

 (Yohanes 1:1-9)

        Ketika Tuhan menciptakan alam semesta, Tuhan bersabda “baik”, tetapi ketika menciptakan manusia Tuhan bersabda “Sungguh amat baik”. Dari hal ini kita menyimpulkan bahwa manusia adalah ciptaan yang terbaik. Bahkan diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. Artinya lewat manusialah Tuhan tercerminkan atau terbiaskan dalam kehidupan sehari-hari. Tetapi sayang, ketika manusia jatuh ke dalam dosa, gambar Allah yang seharusnya tercermin dalam kehidupan manusia, gambar Allah menjadi pudar, tidak bisa dibiaskan secara jelas dalam kehidupan manusia. Oleh karena itu supaya gambar Allah menjadi jelas terlihat dalam kehidupan manusia satu-satunya jalan adalah membersihkan diri manusia dari dosa dan menjaganya supaya dosa jangan sampai kembali lagi.

        Dengan menyambut kedatangan Tuhan Yesus, maka manusia akan memperoleh pengampunan dosa. artinya jiwa manusia akan dibersihkan sehingga menjadi jernih kembali. Dengan jiwa yang jernih inilah, maka terang kasih Allah akan dapat dibiaskan dalam kehidupan di dunia ini. Sehingga dunia yang dalam kegelapan akan dapat diterangi dengan kasih Tuhan yang terpancar dari kehidupan umatNya.

Memang manusia bukan sumber terang, tetapi manusia diciptakan mempunyai kemampuan untuk membiaskan terang kasih Tuhan. Dengan kata lain tanpa manusia, maka dunia dan isinya tidak bisa mencerminkan kasih Tuhan, sebab hanya manusialah yang dapat memberi tanggapan terhadap kasih Tuhan dan membiaskannya dalam kehidupannya.

 ~ NEA ~

Tinggalkan komentar