Takjub Pada Kuasa Allah

 (Markus 1:21-28)

Takjub mempunyai makna kagum, heran akan kehebatan, keindahan, keelokan seseorang atau sesuatu. Biasanya perasaan takjub akan ditunjukkan oleh seseorang ketika pertama kali melihat hal yang di luar kebiasaan yang dialaminya sehari-hari. Demikian pula orang-orang yang ada di sekitar Tuhan Yesus. Mereka takjub karena pengajaran Tuhan Yesus dan kuasa Tuhan Yesus yang mereka alami.

Hanya saja perasaan takjub ini semakin lama akan semakin luntur dan hilang. Jadi sebuah peristiwa diluar kebiasaan yang dialaminya pada masa yang lalu akan tetap diingat, tetapi ketakjubannya semakin luntur dan dianggap sebagai cerita yang biasa-biasa saja. Hal ini bukan berarti imannya yang lemah, tetapi karena keterbatasan kemampuan otak manusia untuk mengingat sepenuhnya.

Oleh karena itu, hubungan kita dengan Tuhan tidak dapat didasarkan pada perasaan takjub semata. Peristiwa yang membuat kita takjub harus kita kembangkan dengan kreatifitas kita, sehingga kita tetap memandang Tuhan dengan perasaan hormat. Sehingga tanpa kita mengalami peristiwa yang diluar kebiasaan, kita tetap memuji dan memuliakan nama Tuhan. Bahkan ketika sedang berjalan dalam lembah kekelaman kita tetap percaya bahwa Tuhan adalah penolong kita.

~NEA~

Tinggalkan komentar