Gembalaku Sahabatku yang Baik

(Markus 6:30-34, 53-56)

Tindakan manusia selalu didasari oleh dorongan dari dalam dirinya. Di mana dorongan ini berasal dari hati yang telah mengolah informasi yang diperoleh dari panca indra manusia. Sehingga hasil pengolahan hati akan sangat dipengaruhi oleh iman yang dimilikinya. Jika imannya baik, maka hasil yang dihasilkan oleh hati adalah hal yang baik dan penuh dengan cinta kasih.

        Hal ini dapat kita saksikan dalam diri Tuhan Yesus. Ketika melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hatiNya oleh belas kasihan. Karena hati Tuhan Yesus dipenuhi dengan kasih, maka dorongan yang muncul adalah dorongan yang penuh kasih. Padahal jika berjumpa dengan orang banyak yang sedang dalam keadaan lelah dan lapar, maka akan kehilangan dana karena harus memberi makan mereka atau paling tidak memberi minum supaya menghilangkan dahaga. Tetapi nilai uang tidak jadi pertimbangan pokok ketika sudah ada cinta dalam hati.

        Dengan kisah di atas, maka seharusnya kita juga memiliki hati yang tenang. Sebab Tuhan Yesus sangat memperhatikan anak – anakNya dan selalu tergerak oleh belas kasihan. Di mana belas kasihan ini mengalahkan segala hal, bahkan dosa y­ang seharusnya mendapat hukuman tetapi karena kasihNya, justru dosa dihapusNya dan digantikan dengan anugerah.   

NEA 

Tinggalkan komentar