Hati yang Terarah Kepada Roti Hidup

(Yohanes 6:24-35)

         Sejak manusia jatuh dalam dosa, hati manusia diselimuti kabut dosa yang sangat pekat. Sehingga hati manusia hanya dapat melihat atau memaknai setiap hal dengan pandangan yang sangat dekat. Misalnya ketika manusia bertemu dengan konsep kebahagiaan, manusia hanya bisa memaknai bahwa kebahagiaan itu hanya saat ini atau kebahagiaan sesaat. Manusia tidak bisa melihat kebahagiaan untuk jangka waktu lama atau kekal.

        Oleh karena itu, tidak mengherankan jika orang – orang yang pada saat itu mengikut Tuhan Yesus, tujuannya bukan untuk mendapatkan kebahagiaan dalam kekekalan, tetapi hanya sekedar untuk mendapatkan roti yang hanya mengenyangkan sesaat saja. Ketika mereka melihat Tuhan Yesus dapat melakukan mukjizat, seharusnya mereka mencari dan mengikuti Tuhan Yesus. Tetapi sayangnya mereka tidak mencari dan mengikuti Tuhan Yesus, tetapi justru mencari dan mengikuti mukjizat Tuhan Yesus.

        Sehingga tanpa disadari, ketika orang yang mengaku percaya kepada Tuhan Yesus, sebenarnya yang diikuti bukan Tuhan Yesus tetapi yang diikuti adalah mukjizatNya. Sehingga jangan heran, jika ada orang Kristen yang kecewa karena mukjizat itu tidak kunjung mereka alami.

        Bukankah mukjizat terjadi ketika kita percaya dan mengikuti yang dapat melakukan mukjizat? tetapi jika hanya mengikuti mukjizat, maka mukjizat itu tidak dapat melakukan apa-apa, karena mukjizat itu hanyalah hasil karya, bukan yang berkarya.    

 ~NEA~

Tinggalkan komentar