Roti yang Menghidupkan

(Yohanes 6:35; 41-51)

         Bangsa Israel masih sangat terkagum akan kisah Manna yang telah memelihara nenek moyang mereka ketika dalam perjalanan menuju tanah perjanjian. Sebab dengan Manna yang telah turun dari sorga telah membuat nenek moyang bangsa Israel dapat hidup dan mencapai tanah perjanjian. Sehingga dapat dikatakan, bahwa Manna adalah karya Tuhan kepada bangsa Israel yang patut dibanggakan dan diingat sepanjang hidup mereka.

        Ditengah-tengah kekaguman bangsa Israel akan hal itu, Tuhan Yesus hadir dan berkata “Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.”, Tuhan Yesus hendak memberikan kesadaran bahwa yang perlu diberi makan bukan hanya jasmani saja, karena jasmani akan binasa, tetapi rohani juga perlu diberi makan. Sehingga hidup yang sesungguhnya adalah hidup yang memiliki hubungan yang akrab dengan Allah dan dengan hubungan yang akrab dengan Allah maka kelaparan dalam diri manusia akan dapat dipuaskan.

        Tetapi Kembali lagi, untuk percaya kepada Tuhan Yesus Sang Roti hidup memerlukan kebesaran hati. Sepertinya orang – orang Yahudi masih sulit menerima Tuhan Yesus sebagai roti hidup karena mereka masih melihat Tuhan Yesus sebagai manusia biasa, anak Yusuf, yang ibu bapaNya mereka kenal dan mereka belum rela melepaskan semua itu.

        Demikian pula dengan kita, jika kita belum rela melepaskan keduniawian kita, maka akan sangat sulit percaya bahwa Tuhan Yesus adalah roti Hidup. Lepaskan pemikiran duniawi kita, maka kita akan dapat menikmati janji Tuhan Yesus, Sang Roti Hidup.

~ NEA ~

Tinggalkan komentar