“Kedewasaan Iman Menumbuhkan Sikap Rendah Hati”

Minggu Pra Paska 4- IV/39/Minggu, 11 MARET 2018

Bilangan 21:4-9; Mazmur 107:1-3, 17-22; Efesus 2:1-10; Yohanes 3:14-21

Manusia tidak bisa selama-lamanya hidup didalam dosa. Sebab dosa selalu menuju kepada kematian kekal. Oleh karena itu Allah memberikan kasih-Nya melalui tawaran pengampunan yang diberikan  kepada manusia. Pengampunan diberikan kepada mereka yang mau menyambut uluran tangan kasih Allah ini. sehingga didalam Yohanes 3:15 disabdakan supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal. Sama seperti Allah membawa bangsa Israel keluar dari tanah Mesir untuk menuju tanah Kanaan, yaitu tanah yang berlimpah dengan susu dan madunya. Dalam perjalanan menuju tanah Kanaan Bangsa Israel juga diberikan pilihan antara “percaya” dan “tidak percaya”. Bagi yang percaya akan melihat kepada ular tembaga yang dipasang oleh Musa dan yang tidak percaya akan mengabaikannya. Untuk dapat melihat kepada ular tembaga yang dipasang oleh Musa diperlukan sikap rendah hati dan pengakuan bahwa Musa adalah seorang abdi Allah. Sebab diantara bangsa Israel ada orang-orang yang selalu menentang Musa dan mempengaruhi bangsa Israel, sehingga bangsa Israel selalu berkeluh kesah ketika dalam perjalanan menuju kanaan.

Yohanes 3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Ayat tersebut adalah bukti kasih Allah Bapa, sehingga Dia mengutus anak-Nya untuk memberikan tawaran keselamatan kepada dunia. Oleh karena itu untuk dapat lepas dari maut, maka manusia harus mau menerima tawaran keselamatan dari Allah. Hanya saja untuk menerima tawaran keselamatan ini, diperlukan sikap kerendahan hati untuk mengakui segala dosa dan menyerahkan diri sepenuhnya kepada tangan kasih-Nya. Percaya sepenuhnya kepada Allah adalah kemenangan atas perenungan dan kesadaran akan siapa dirinya yang sebenarnya. Dikatakan sebagai kemenangan sebab ada banyak orang yang masih belum menyadari akan pentingnya menyambut tawaran keselamatan dari Allah Bapa melalui Kristus. Sikap percaya juga tercermin dari sikap hidupnya yang percaya kepada Kristus dengan perubahan tingkah laku, dan dengan perubahan tingkah laku ini dirinya akan mendukung dan membimbing sesamanya untuk percaya kepada Kristus. Seperti yang diungkapkan didalam Yohanes 3:21 tetapi barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang, supaya menjadi nyata, bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah.

NEA-

Tinggalkan komentar