“Belajar untuk Taat”

Minggu Pra Paska 5-IV/40/Minggu, 18 MARET 2018

Yeremia 31:31-34, Mazmur 119:9-16, Ibrani 5:5-10, Yohanes 12:20-33

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kata taat mempunyai arti : 1. senantiasa tunduk (kepada Tuhan, pemerintah, dsb.) 2. tidak berlaku curang, setia. 3. Saleh; kuat beribadah. Dalam hubungan kita dengan Tuhan, kita dituntut untuk taat sepenuhnya kepada Tuhan. Ketaatan diperlukan karena kita adalah orang berdosa yang sudah diampuni. Meskipun sudah diampuni tetapi pada dasarnya keinginan untuk kembali kepada kehidupan berdosa masih sangat kuat. Sehingga dengan taat kepada Tuhan maka kita akan bisa berjalan dijalan yang menuju kepada kebenaran dan akan terhindar dari kembali kedalam hidup yang berdosa. Hal ini digambarkan dengan kapal yang berjalan didalam kegelapan kabut, tetapi karena nahkoda kapal mengarahkan kapal kepada mercusuar maka kapal tersebut tidak akan tersesat atau karam karena menabrak batu karang.

Untuk menjadi taat, maka kita harus sungguh mengerti dan menyadari  akan akibat dari dosa dan menyadari atas anugerah pengampunan dari Allah. Sebab tanpa menyadari akan akibat mengerikan dari dosa, maka kita akan biasa-biasa saja ketika melakukan dosa. Bahkan kita akan mengabaikan dan menganggap bahwa maut bukan sebuah hukuman yang berat. Akibat lebih jauh lagi adalah tidak menghargai  akan anugerah pengampunan yang Tuhan berikan.

Tuhan Yesus memberi kepada kita akan teladan ketaatan. Yohanes 12:27   Sekarang jiwa-Ku terharu dan apakah yang akan Kukatakan? Bapa, selamatkanlah Aku dari saat ini? Tidak, sebab untuk itulah Aku datang ke dalam saat ini. didalam ayat ini, Tuhan Yesus menyadari bahwa penderitaannya begitu berat. Tetapi itulah jalan yang harus ditempuh. Oleh karena Tuhan Yesus sangat hormat pada Bapa, maka Tuhan Yesus menjalani seluruh kehidupan-Nya dengan penuh ketaatan. Sebab dihadapan Tuhan, nilai kita ditentukan oleh seberapa besar ketaatan kita kepada Tuhan.

Yeremia 31:33 Tetapi beginilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu, demikianlah firman TUHAN: Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku. Kita harus hidup bergaul dengan Tuhan, supaya firmanNya bisa tinggal didalam hati kita. dan kita akan dituntun untuk menjadi taat.

NEA-

Tinggalkan komentar