“Berani Hadapi Kenyataan Hidup”

  • Minggu Palma-IV/41/Minggu, 25 MARET 2018

Yesaya 50:4-7, Mazmur 118:1-2, 19-29, Filipi 2:6-11, Yohanes 12:12-16

Kenyataan hidup adalah hal yang benar-benar terjadi didalam kehidupan ini. Karena kehidupan kita selalu berubah, maka kenyataan hidup juga berubah-ubah. Kadang senang, susah, bahagia, menderita, dan sebagainya. Selama kita hidup didalam dunia ini, maka kita akan terlibat dengan berbagai peristiwa yang terjadi disekitar kita. Bahkan bisa jadi, kita akan terkena akibat dari kejadian atau peristiwa yang terjadi disekitar kita, meskipun kita hanya berdiam diri saja. Sayangnya peristiwa yang terjadi disekitar kita sangat sulit diprediksi sehingga situasi hati orang-orang yang menghadapi peristiwa demi peristiwa akan berubah-ubah. Kadang hati merasa senang, susah, sedih, kecewa, perubahan suasana hati itu bisa terjadi dengan begitu cepat. Jika situasi hati cepat berubah-ubah tentu tidak baik bagi dirinya ataupun bagi orang-orang yang ada disekitarnya. Karena situasi hati yang cepat berubah-ubah mengakibatkan orang tersebut tidak mampu bertahan menghadapi kenyataan hidup yang dialaminya.
Untuk menghadapi kehidupan yang selalu berubah-ubah, diperlukan kesadaran akan siapa diri kita. Dengan menyadari siapa diri kita, maka kita akan menyadari akan kekuatan dan kelemahan kita. Sehingga kita akan mudah mengakui kelemahan kita, sehingga kita akan berlindung dan bersandar kepada Tuhan, untuk memohon kekuatan Sehingga dengan kekuatan dari Tuhan, maka kita akan bisa melewati setiap peristiwa dengan hati yang tetap teguh.
Tuhan Yesus, sangat menyadari akan tugasNya. Sehingga dengan kesadaran ini, maka Tuhan Yesus mampu menghadapi setiap hal dengan hati yang teguh. Bahkan Tuhan Yesus berani masuk ke kota Yerusalem. Padahal di kota inilah Dia akan di tangkap dan disalibkan. Tuhan Yesus bukan sengaja menantang maut, tetapi sejak awal Tuhan Yesus sudah diberi tugas untuk menyelamatkan manusia dan itulah jalan yang harus dilaluiNya.
Mari kita menyadari siapa diri kita, supaya kita bisa menjalani kehidupan ini dengan penuh sukacita dan tetap percaya bahwa Tuhan akan senantiasa menolong.

-NEA-

Tinggalkan komentar