Kejadian 18:1-10a (TB2); Mazmur 15 (TB2); Kolose 1:15-28 (TB2); Lukas 10:38-42 (TB2)
Keramahan atau sikap ramah selalu berkaitan dengan penyambutan terhadap orang lain. Baik orang yang baru di kenal maupun yang sudah lama kenal. Di mana keramahan ditandai dengan adanya kebaikan hati, kesopanan, empati dan bersedia bekerja sama dengan orang lain. Sehingga dengan keramahan akan menciptakan lingkungan yang baik, meningkatkan rasa saling percaya, mengurangi potensi konflik danmembangun rasa saling percaya sehingga akan tercipta hubungan antar pribdai yang baik.
Ketika Abraham menyambut 3 orang yang berdiri di depannya dengan sambutan yang sangat ramah dan penuh rasa persaudaraan, ternyata yang disambutnya adalah malaikat Tuhan dan dengan demikian Abraham dikuatkan Kembali tentang janji TUhan kepada Abraham. Hal ini senada dengan Ibrani 13 : 2
Demikian juga penyambutan Maria dan Marta terhadap Tuhan Yesus yang datang ke rumah mereka. Mereka menyambut Tuhan Yesus dengan keramahan yang luar biasa. Di mana Marta menunjuukan keramahannya dengan menyediakan makanan dan minuman dan Maria menunjukkan keramahannya dengan cara menemani TUhan Yesus, sehingga sebagai tamu tidak akan merasa canggung. Tetapi sayang keramahan yang mereka tunjukkan kepada Tuhan Yesus, terciderai dengan sikap Marta yang merasa Tuhan Yesus berdiam diri saja ketika melihat Maria hanya duduk menemani Tuhan Yesus. Jika dilihat sekilas sepertinya Maria tidak melakukan apa – apa dan terlihat hanya bermalas-malasan. Tetapi jika dilihat lebih dalam lagi, Mariapun sedang melakukan tugasnya yaitu menunjukkan keramahannya kepada tamu yang datang ke rumah mereka.
Melalui kisah Maria dan Marta kita dapat belajar, bahwa kita dapat menjaga keramahan dengan cara memberi kepercayaan kepada sesama. Sehingga kita akan dapat tetap memberi nilai positif terhadap sesama (Pdt.NEA)
Ia Datang Karena CInta | Yesaya 40:1-11; Mazmur 85:2-3,9-14; 2 Petrus 3:8-15; Markus 1:1-8
10 Desember 2023
Memurnikan Hati Menyambut Pengharapan | Yesaya 61:1-4, 8-11; Mazmur 126; 1 Tesalonika 5:16-24; Yohanes 1:6-8, 19-28
17 Desember 2023
Menanti dalam Ketaatan | 2 Samuel 7:1-11, 16; Lukas 1:46-55; Roma 16:25-27; Lukas 1:26-38
24 Desember 2023