Yeremia 23: 23-29 (Toraja); Mazmur 82 (TB2); Ibrani 11: 29 – 12: 2 (TB2); Lukas 12: 49-56 (TB2)
Sebagai orang percaya, kita semua dipanggil untuk berperan dan membawa dampak positif di tengah masyarakat. Apapun perannya, spirit utama yang kita pegang adalah untuk hidup dalam kebenaran dan keadilan. Namun, saat kita mencoba memperjuangkan nilai-nilai itu, kita seringkali menghadapi penolakan atau respons negatif dari lingkungan sekitar. Di saat yang sama, kita pun sadar akan kelemahan dan ketidaksempurnaan diri kita sendiri dalam menjalankan panggilan itu. Pertanyaannya, bagaimana kita bisa tetap setia pada panggilan ini di tengah tantangan dari luar dan keterbatasan dari dalam?
Bacaan kita dari Yeremia 23 dan Mazmur 82 menunjukkan betapa seriusnya panggilan Tuhan: kita diminta setia pada Firman-Nya yang seperti api dan memperjuangkan keadilan bagi yang lemah. Bahkan, dalam Lukas 12 Yesus menekankan bahwa Ia datang “membawa pedang” (keadilan dan kebenaran). Panggilan yang berat ini sering membuat kita merasa tidak mampu dan takut akan penolakan. Dalam menghidupi panggilan itu, Ibrani 12 mengajarkan kita untuk menjalani panggilan ini dengan satu cara: mata yang terus tertuju kepada Yesus. Kekuatan kita tidak datang dari usaha kita sendiri, tetapi dari Dia yang adalah Gembala kita.
Maka, dalam segala peran yang kita jalani, marilah kita datang kepada-Nya, akui kelemahan kita, dan terima anugerah serta kekuatan yang Ia berikan. Dari sanalah kita bisa meminta Roh Kudus untuk memberi kita keberanian menjadi cerminan kebenaran-Nya di dunia. Ingatlah, tujuan kita bukanlah untuk selalu diterima, melainkan untuk menyuarakan kebenaran, hingga pada akhirnya Sang Juruselamat menjumpai kita dalam keadaan setia mengikuti-Nya dan menjadi anak-Nya yang hidup dalam kebenaran.
(Pnt.NBE)
Ia Datang Karena CInta | Yesaya 40:1-11; Mazmur 85:2-3,9-14; 2 Petrus 3:8-15; Markus 1:1-8
10 Desember 2023
Memurnikan Hati Menyambut Pengharapan | Yesaya 61:1-4, 8-11; Mazmur 126; 1 Tesalonika 5:16-24; Yohanes 1:6-8, 19-28
17 Desember 2023
Menanti dalam Ketaatan | 2 Samuel 7:1-11, 16; Lukas 1:46-55; Roma 16:25-27; Lukas 1:26-38
24 Desember 2023