Markus 7: 24-37 (TB2)
Kemajuan teknologi informasi masa kini memungkin setiap orang untuk bertukar informasi dengan cepat dan mudah. Siapapun kita bisa menuliskan informasi yang kita miliki kepada orang lain di berbagai tempat dalam hitungan menit atau bahkan detik.
Apa yang kita rasakan, apa yang kita makan, apa yang kita lihat, dengan begitu mudahnya kita bagikan kepada orang lain. Seringkali momen-momen kehidupan yang memorable tidak hanya kita nikmati sendiri, melainkan telah menjadi konsumsi publik tatkala kita membagikannya ke dalam status media sosial kita. Banyak platform media digital yang menyediakan kemudahan dalam kita berbagi foto, lokasi, situasi, bahkan perasaan yang sedang kita alami kepada orang lain yang sedang tidak bersama kita.
Tentu kita bersyukur dengan kemajuan teknologi informasi yang sedemikian pesat ini. Namun pertanyaannya, di tengah perkembangan teknologi informasi ini, apakah telah dibarengi dengan sikap diri yang bijak dan menimbang perasaan orang lain atau tidak? Bukankah harus kita akui bahwa sebagai para pengguna media sosial yang sedemikian canggih ini, terkadang kita justru menunjukkan sikap diri yang belum siap untuk memanfaatkannya dengan bijak? Terkadang dalam membagikan informasi tidak dibarengi dengan kepekaan hati terhadap sesama.
Misalnya: ketika kita membagikan informasi tentang kecelakaan. Terkadang kita menyajikan informasi dengan begitu vulgarnya dan tidak melalukan sensor untuk gambar-gambar yang layak tayang atau tidak. Karena ingin segera berbagi, maka kita mengunggah begitu saja foto korban yang sebenarnya tidak layak untuk konsumsi publik. Kita tidak pernah mempertimbangkan apa perasaan si korban atau keluarganya ketika melihat foto tersebut. Atau ketika kita berbagi informasi soal pengalaman buruk yang kita alami dalam kehidupan kita. Apakah kita telah mempertimbangkan perasaan orang lain yang terkait dengan permasalahan kita, misalnya dengan menyamarkan tempat atau nama pribadi, dsb. Bukankah terkadang justru kita memakai media sosial kita untuk menebarkan kebencian dan mengobarkan permusuhan terhadap orang yang sedang bermasalah dengan kita? Kalaupun kita hendak menjadikan itu sebagai pelajaran buat orang lain, setidaknya kita dapat memilih dan memilah kata dan kalimat sehingga informasi itu dapat tersaji dengan baik dan santun.
Melalui tema ibadah minggu ini: “Berselancar dengan Kepekaan Hati pada Sesama”, kita hendak diajak untuk merenungkan bagaimana cara agar kita dapat lebih peka terhadap kebutuhan dan perasaan orang lain di tengah kehidupan kita saat ini. Kita diajak untuk belajar dari keteladanan Kristus sendiri yang dicatat dalam Markus 7: 24-37 Ada dua peristiwa yang dicatat dalam bagian Injil ini. Bagian pertama mengisahkan tentang perjumpaan Kristus dengan perempuan Siro-Fenesia yang anaknya sedang dirasuk setan, dan bagian kedua berbicara tentang karya Kristus kepada seorang pria yang tuli dan gagap di daerah Dekapolis
Belajar dari dua peristiwa yang dialami Kristus dalam pelayanan-Nya ini, kita diingatkan tentang dua hal:
- Pada peristiwa perjumpaan Kristus dengan perempuan Siro-Fenesia, Kristus menunjukkan kepekaan dan belas kasih-Nya dengan merespons permintaan perempuan Siro-Fenesia yang memohon pemulihan bagi anak perempuannya. Sekalipun perempuan itu bukan seorang Yahudi, Kristus tetap bersedia untuk memberikan pertolongan-Nya. Apa yang dilakukan Kristus ini hendak mengajarkan kepada kita bahwa kepekaan hati tidaklah dibatasi oleh etnisitas, kelompok, atau golongan tertentu. Kepekaan hati haruslah kita tunjukkan kepada semua orang yang kita jumpai dalam kehidupan kita, termasuk kepada mereka yang mungkin selama ini tidak pernah kita jumpai sebelumnya dalam kehidupan kita.
- Melalui peristiwa penyembuhan seorang pria yang tuli dan gagap di Dekapolis, kita diajak belajar untuk menyadari bahwa kepekaan hati haruslah berbuah dalam tindakan nyata. Kepekaan hati bukan hanya tentang merasakan penderitaan orang lain, tetapi juga tentang bertindak untuk membantu mereka. Kepekaan hati yang benar, pastilah akan membuahkan gerakan nyata yang dapat kita lakukan kepada orang lain, sekecil apapun itu.
Kiranya dalam mengarungi kehidupan yang semakin diwarnai dengan sikap indivualis ini, kita tetap dimampukan untuk menjadi manusia yang berselancar dalam kehidupan dengan kepekaan hati terhadap sesama kita, sehingga keberadaan dan kehadiran kita tetap menjadi berkat dan memberi dampak yang positif bagi orang lain yang ada di sekitar kita. Tuhan memberkati. Amin. (Pdt Y.W)
- Ia Datang Karena Cinta
- Memurnikan Hati Menyambut Pengharapan
- Menanti dalam Ketaatan
- Tuhan Sang Terang Pemandu Kehidupan
- Baptisan Tuhan Tanda Pengharapan
- Hidupku Bukan Milikku Lagi
- Menangkap Momentum Hidup
- SPIRITUALITAS POLITIK
- SENTUHAN KASIH ALLAH
- KEMULIAAN DALAM SOLIDARITAS TANPA BATAS
- MENGHIDUPI KARYA ALLAH YANG INDAH DALAM KRISTUS
- HIDUP BERDASAR IMAN
- YESUS: BAIT ALLAH YANG SEJATI
- PENDOSA MENJADI PENDOA
- MENATA HIDUP SEBAGAI IMAM-IMAM KECIL
- BERIMAN DENGAN SEDERHANA
- BANGKIT UNTUK MENATA KEHIDUPAN
- MEMBAGIKAN DAMAI SEJAHTERA KRISTUS
- BERITA PERTOBATAN DAN PENGAMPUNAN DOSA
- GERAK SANG GEMBALA MENATA KEHIDUPAN
- MENYATU BUKAN BENALU, BUKAN PARASIT
- SAHABAT MELAMPAUI SEKAT
- MEMILIH UNTUK HIDUP BENAR
- Roh Kudus Memperlengkapi dan Menuntun dalam Kebenaran
- HIDUP DALAM PIMPINAN ALLAH TRINITAS
- Sa (Ha) Bat yang Sejati
- DOSA YANG TIDAK DAPAT DI AMPUNI
- KESETIAAN BERTUMBUH SETIAP HARI
- IMAN DAN KETAKUTAN
- PENYERAHAN DIRI SEPENUHNYA
- KETEGUHAN SEORANG PEMBAWA PESAN
- PIL PAHIT KEBENARAN
- BELA RASA SANG GEMBALA
- SOLIDARITAS YANG MENULAR
- ARAHKANLAH HATIMU KEPADA ALLAH
- PERCAYALAH KEPADA ALLAH
- MENIKMATI ROTI DARI SURGA
- GEREJA YANG MENGHIDUPI DUNIA
- BERSELANCAR DENGAN CARA PANDANG YANG TERBUKA
- MENJADI PRIBADI PEMBELAJAR DALAM MEMIMPIN
- BERSELANCAR DENGAN MAWAS DIRI BUKAN PUAS DIRI
- KARYA YANG TAK TERBATAS
- KELUARGA DI PANGGIL IKU SERTA MENYATAKAN PEKERJAAN ALLAH
- BERJUANG DI TENGAH RASA TERTEKAN DAN GELISAH
- MARI DATANG SEMUA ORANG
- PANGGILLAH NAMA-NAMA KAMI
- KASIHILAH TUHAN ALLAHMU
- MENGENAL HASRAT YANG TERSEMBUNYI
- SEGALA KEMEGAHAN AKAN RUNTUH
- MENJADIKAN KRISTUS SEBAGAI RAJA
- JAGALAH HATIMU SUPAYA KUAT
- TUHAN SUDAH DEKAT
- SUKACITA DALAM PERTOBATAN
- SIAPKAH UNTUK TERKEJUT
- MAKIN DI SUKAI ALLAH DAN SESAMA
- KARYA KASIH ALLAH
- BAPTISAN YESUS SEBAGAI SOLIDARITAS ALLAH
- TUHAN TIDAK PERNAH TINGGAL DIAM
- MENJADI KOMUNITAS AKAR (Adaptif, Kolaboratif, Antargenerasi, Relevan)
- BERANI MENJAWAB PANGGILANNYA
- DICINTAI DAN DIPANGGIL-NYA
- BERBAHAGIA SEKARANG DAN MENDATANG
- LEBIH DARI YANG BIASA
- DENGARKANLAH DIA YANG DI MULIAKAN
- MENGHADAPI ANEKA COBAAN
- Merengkuh Salib Sang Kristus
- MENGALAMI ANUGERAH ALLAH DALAM PERTOBATAN
- MENERIMA SEBAGAI KAWAN
- MENYADARI DAN MERESPONS KASIH TAK TERHITUNG
- MENYAMBUT HADIR-NYA DI SINI
- Mengikuti Jejak Tomas: Sangsi Menjadi Saksi
- MENGALAMI PEMULIHAN DALAM PERJUMPAAN
- MENJADI GEMBALA YANG SIAP MENDAMPINGI
- MENJADI SAKSI KEMULIAAN-NYA
- BERAWAL DARI MENDENGARKAN
- KITA ADALAH SATU
- ROH KUDUS SELALU MENYATUKAN
- ALLAH TRITUNGGAL SUMBER KEBENARAN
- SIAPA YANG LEBIH BERHARGA
- TOTALITAS SEORANG PENGIKUT KRISTUS
- DITUNJUK, DIUTUS, DAN DIPERLENGKAPI
- MENJADI SESAMA MANUSIA
- KERAMAHAN BUKAN KEMARAHAN
- DIA HANYA SEJAUH DOA
- MENJAGA INVESTASI HIDUP KEKAL
- MELAMPAUI APA YANG KELIHATAN
- KEHADIRAN KRISTEN DI INDONESIA
- GEREJA YANG MEMANUSIAKAN MANUSIA
- KEMULIAAN DALAM KERENDAHAN
- MAKNA HIDUP YANG BERINTERGRITAS
- BERKOLABORASI DALAM SPIRITUALISME CONVIVIAL
- BERBAHAGIA YANG BENAR
- BUKAN YANG TAMPAK, MELAINKAN DAMPAK
- DITEGUHKAN OLEH CAHAYA KEMULIAANNYA
- KESAHAJAAN BUKAN KESERAKAHAN
- BERJALAN BERSAMA TUHAN DENGAN PASTI
- AIR HIDUP YANG MEMULIHKAN CIPTAAN
- DARI BUTA MENJADI MELIHAT
- DARI KEMATIAN MENUJU KEHIDUPAN
- ALAM PUN BERDUKA
- MENGIKUT KRISTUS YANG BANGKIT, IKUT DALAM KARYA PEMULIHAN ALLAH
- DIUBAHKAN OLEH KASIH KARUNIA
- PERJALANAN KESELAMATAN ADALAH RUMAH
- IMAN YANG LENTUR TAK AKAN GUGUR
- IBADAH KENAIKAN TUHAN YESUS
- DISATUKAN DALAM DOA, DIGERAKKAN OLEH KUASA
- TRINITAS TAK TERBATAS
- Tak ditinggalkan dalam Sengsara
- Ketundukan yang Rasional
- Kesetiaan Segenap Hidup
- Doa, Harapan, dan Realitas
- Penyertaan Tuhan di Tengah Pergumulan
- Tegar di Tengah Ujian Hidup
- Dalam Pergumulan Ada Keteguhan
- Berkat Di Tengah Pergumulan
- Dari Keterlukaan Berujung Pelukan
- Gereja yang Terus Membarui Diri