Blog

PERJALANAN KESELAMATAN ADALAH RUMAH

Sabtu, 02 Mei 2026 | Kategori : Kebaktian Minggu

Dibaca : 2

image blog

Kristus sering disebut sebagai Sang jalan keselamatan, di mana menjadi mediator antara manusia yang berdosa dengan Allah. Salah satu dasar pemikirannya adalah Injil Yohanes 14:6, “Kata Yesus kepadanya, “Akulah jalan, kebenaran dan hidup, tidak seorang pun datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” Di satu sisi, tentulah tak ada nama lain yang dapat kita sebut sebagai orang Kristen yang di dalamnya kita menemukan keselamatan (bandk. Kis. 4:12), akan tetapi, ayat ini kerap dilepaskan begitu rupa dari konteksnya hingga Sang Antara (baca: Kristus) direduksi maknanya sekadar menjadi instrumen belaka (Adiprasetya, 2023:158).

Dalam Minggu Paskah V ini, kita diajak merenungkan bahwa Kristus Sang jalan (Yohanes 14:6) itu tidak hanya menyelamatkan manusia saja, melainkan juga seluruh ciptaan. Istilah yang sering kita dengar adalah the journey is home (perjalanan adalah sebuah rumah). Kisah Para Rasul 7:50-66 menampilkan peristiwa dramatis saat Stefanus hendak dilempar dengan batu, ia melihat “kemuliaan Allah” hadir di tengah dunia. Kemuliaan Allah hadir menyertai, seperti kemah di padang gurun (rumah kediaman Allah) (Lih. Kis. 7:44-46, tentang pembelaan Stefanus). Mazmur 31:1-5 juga memperlihatkan bagaimana pemazmur mengakui bahwa perlindungan Tuhan diibaratkan sebagai “tempat perteduhan”. 1 Petrus 2:2-10 menunjukkan komunitas orang-orang Kristen sebagai komunitas ziarah yang dipanggil untuk menjadi batu hidup untuk pembangunan “rumah rohani” (ay.5) dalam memberitakan dan mengerjakan keselamatan di tengah dunia (ay.9).

Dengan demikian, khotbah Minggu ini tidak hanya merefleksikan perjalanan rohani menuju surga saja (di sana), tetapi juga perjalanan selama tinggal di dunia, di sini dan kini. Perjalanan keselamatan sebagai kehidupan rumah (home) yang mengalami situasi yang tidak baik-baik saja, seperti degradasi lahan, penggundulan hutan, polusi udara, kenaikan suhu, kekeringan lahan, cuaca yang buruk, kebakaran hutan, pemukiman yang kumuh, dll. The Journey is home menjadi undangan dan sekaligus panggilan untuk membagun rumah kediaman Allah yang hadir di tengah dunia sebagai keselamatan yang mencakup seluruh ciptaan.


Blog Terkait